Pelatihan PONEK Terintegrasi untuk Tim Medis Rumah Sakit Terbaru 2025-2026

Pelatihan PONEK Terintegrasi untuk Tim Medis Rumah Sakit Terbaru 2025-2026
Pelatihan PONEK Terintegrasi untuk Tim Medis Rumah Sakit Terbaru 2025-2026. Sistem kesehatan Indonesia terus berjuang menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Salah satu pilar utama keberhasilan misi ini adalah ketersediaan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) yang andal di rumah sakit rujukan. Menyadari kebutuhan tersebut, Pusdiklat LSMAP merancang Pelatihan PONEK Terintegrasi edisi 2025-2026—sebuah program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang menyeluruh, terkini, dan selaras dengan kebijakan nasional.
Konteks dan Urgensi
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 75 % kematian ibu dan hampir separuh kematian bayi baru lahir terjadi dalam beberapa jam pertama persalinan. Penanganan cepat, tepat, dan terkoordinasi adalah kunci, namun tantangan di lapangan masih beragam—mulai dari keterbatasan prosedur standar hingga koordinasi lintas‐profesi yang belum optimal. Di sinilah Pelatihan PONEK menjadi faktor pembeda: program ini mempersiapkan tim medis agar mampu memberikan intervensi kritis dengan protokol klinis terstandar dalam “golden period” komplikasi obstetri-neonatal.
Sebagai bagian dari strategi nasional, pelatihan ini juga memperkuat agenda pelatihan emergensi obstetri yang menjadi prioritas untuk fasilitas pelayanan rujukan primer dan sekunder di seluruh Indonesia.
Sasaran Peserta
Pelatihan ini dirancang untuk membawa seluruh ekosistem pelayanan maternal‐neonatal ke level kompetensi yang sama, meliputi:
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan
Dokter spesialis anak/neonatologi
Dokter umum yang bertugas di IGD
Bidan dan perawat ruang bersalin serta ruang perinatologi
Apoteker klinik dan ahli gizi klinis
Manajemen layanan pasien rumah sakit
Pendekatan terintegrasi memastikan setiap anggota tim memahami alur rantai penanganan kasus, sehingga keputusan klinis dapat diambil secara cepat dan akurat.
Tujuan Pelatihan
Meningkatkan kecepatan respon terhadap komplikasi obstetri dan neonatal melalui penerapan protokol terstruktur.
Membangun budaya kolaborasi antarprofesi untuk menekan delay dalam penanganan kegawatdaruratan.
Mendukung standar akreditasi rumah sakit terkini (SNARS dan STARKES) dengan SDM yang kompeten.
Mendorong penggunaan data klinis sebagai dasar perbaikan berkelanjutan mutu layanan.
Rancangan Kurikulum
Kurikulum dikembangkan berbasis kebutuhan lapangan dan evidence-based practice. Berikut intisari topik yang digarap dalam 40 jam pembelajaran efektif:
| Modul | Pokok Bahasan Inti | Metode Belajar |
|---|---|---|
| 1 | Kebijakan PONEK Nasional & Tren Global | Diskusi interaktif |
| 2 | Assessment Cepat Ibu & Bayi | Drill bedside & role play |
| 3 | Manajemen Komplikasi Kehamilan (preeklampsia, eklampsia, perdarahan postpartum) | Simulasi high-fidelity |
| 4 | Resusitasi Neonatal & Asfiksia | Skill station & debriefing |
| 5 | Manajemen Rujukan & Komunikasi Situasional | Table-top exercise |
| 6 | Audit Kasus & Peningkatan Mutu Berkelanjutan | Workshop analisis data klinis |
Setiap sesi diakhiri refleksi tim agar pembelajaran langsung terkonversi menjadi rencana aksi di unit klinik masing-masing.
Keunggulan Program
Berbasis regulasi terkini—sinkron dengan Permenkes, PMK, dan panduan WHO terbaru.
Narasumber multidisiplin: praktisi obstetri, neonatologi, keselamatan pasien, dan manajemen mutu.
Pendekatan “learning-by-doing”: lebih dari 60 % durasi dialokasikan untuk simulasi kasus nyata.
Penilaian objektif: mini-CEX, OSCE, dan audit catatan medis untuk memetakan capaian kompetensi.
Dengan desain semacam ini, pelatihan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menggugah mindset dan perilaku klinis yang berorientasi keselamatan pasien.
Dampak pada Pelayanan dan Akreditasi
Rumah sakit yang menempatkan Pelatihan PONEK sebagai program strategis akan merasakan beberapa keuntungan langsung:
Penurunan case-fatality rate akibat komplikasi obstetri-neonatal karena deteksi dini dan tata laksana cepat.
Peningkatan clinical governance: pelacakan alur tindakan lebih terukur sehingga mudah dievaluasi auditor akreditasi.
Efisiensi sumber daya: koordinasi lintas‐profesi menekan repetisi tindakan dan penggunaan obat yang tidak rasional.
Kepercayaan publik meningkat: masyarakat cenderung memilih fasilitas yang terbukti sigap menangani kegawatdaruratan kehamilan.
Dalam jangka panjang, pelatihan ini juga berkontribusi terhadap penguatan layanan neonatal yang menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya sistemik menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB).
Integrasi Teknologi dan Evidence-Based Practice
Edisi 2025-2026 menambahkan micro-learning daring pascakelas tatap muka. Konten berbentuk video pendek, case quiz, dan forum diskusi daring ini memperkuat retensi ilmu, sekaligus memudahkan peserta mengakses pembaruan guideline internasional kapan saja. Model hibrid ini terbukti meningkatkan skor kompetensi peserta dalam post-test sebesar 23 % dibanding metode konvensional.
Mengukur Keberhasilan
Pusdiklat LSMAP menggunakan kerangka Kirkpatrick Level 1-3 untuk mengevaluasi hasil pelatihan:
Reaction: survei kepuasan harian sebagai masukan perbaikan real-time.
Learning: pre-test dan post-test berbasis kasus klinik.
Behavior: follow-up audit 3 bulan pascapelatihan untuk memantau implementasi protokol PONEK di unit peserta.
Pendekatan ini memperkuat pencapaian kompetensi tim medis RS, sekaligus mendokumentasikan dampak pelatihan terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang nyata dan berkelanjutan.
Sinergi Kebijakan Nasional
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 menargetkan penurunan AKI menjadi 70 per 100 000 kelahiran hidup dan AKB menjadi 9 per 1 000 kelahiran hidup. Pelatihan PONEK berkontribusi langsung terhadap sasaran tersebut melalui peningkatan kualitas layanan di lini rujukan tingkat dua maupun tiga. Kolaborasi lintas lembaga—termasuk Dinas Kesehatan, organisasi profesi, dan jejaring RS—menjadi katalis keberhasilan implementasi program ini secara luas.
Satu Langkah Strategis untuk Banyak Nyawa
Kemajuan teknologi medis takkan berdampak signifikan tanpa SDM yang kompeten dan terorganisir. Pelatihan PONEK Terintegrasi dari Pusdiklat LSMAP menjembatani kesenjangan itu dengan pendekatan komprehensif, berkelanjutan, dan terukur. Mengikuti program ini berarti menginvestasikan energi pada kemampuan core rumah sakit—menjaga keselamatan ibu dan bayi—serta memperkuat citra institusi sebagai pusat rujukan tepercaya.

Pelatihan PONEK Terintegrasi untuk Tim Medis Rumah Sakit Terbaru 2025-2026
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusdiklat LSMAP Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Pelatihan PONEK Terintegrasi untuk Tim Medis Rumah Sakit Terbaru 2025-2026.
Metode Pelatihan PONEK Terintegrasi untuk Tim Medis Rumah Sakit Terbaru 2025-2026
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Kelas Pelaksanaan:
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya Pelatihan PONEK Terintegrasi untuk Tim Medis Rumah Sakit Terbaru 2025-2026
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.750.000,- (Empat Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.750.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)
Fasilitas Pelatihan PONEK Terintegrasi untuk Tim Medis Rumah Sakit Terbaru 2025-2026
- Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Tata Cara Pendaftaran:
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Erik Hp/Wa: 087820921902
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person Bimtek PONEK
- Erik – Hp/Wa: 087820921902
- Website: www.bimtektraining.com/

Pelatihan PONEK Terintegrasi untuk Tim Medis Rumah Sakit Terbaru 2025-2026