Bimtek PONEK 2025: Mahir Penanganan Obstetri & Neonatal Akut

Bimtek PONEK 2025: Mahir Penanganan Obstetri & Neonatal Akut

Bimtek PONEK 2025: Mahir Penanganan Obstetri & Neonatal Akut

Bimtek PONEK 2025: Mahir Penanganan Obstetri & Neonatal Akut. Tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan nasional. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, angka ini masih memerlukan perhatian khusus dan intervensi yang berkelanjutan. Kematian ibu dan bayi seringkali disebabkan oleh komplikasi yang sebenarnya dapat dicegah atau ditangani jika mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di fasilitas kesehatan menjadi sangat vital, khususnya dalam menghadapi kondisi darurat obstetri dan neonatal yang membutuhkan penanganan segera dan komprehensif. Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) LSMAP memahami urgensi ini dan berkomitmen untuk berkontribusi dalam upaya nasional menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui program pelatihan yang berkualitas dan relevan.

Dalam konteks global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah lama mencanangkan program Safe Motherhood dengan slogan Making Pregnancy Safer (MPS), yang menyoroti empat pilar penting untuk menjamin keselamatan ibu dan bayi. Salah satu pilar utamanya adalah Pelayanan Obstetrik Neonatal Esensial/Emergensi, yang berfokus pada penyediaan pelayanan esensial bagi kehamilan berisiko tinggi dengan gawat obstetri, serta pelayanan emergensi untuk kegawatdaruratan obstetri dan komplikasi persalinan. Program ini menekankan pentingnya akses yang cepat dan memadai terhadap pelayanan darurat bagi setiap ibu yang membutuhkan, tanpa terkecuali. Penerapan prinsip-prinsip ini di tingkat nasional menjadi landasan bagi strategi penurunan angka kematian maternal dan neonatal di Indonesia.

Menindaklanjuti rekomendasi WHO dan kebutuhan domestik, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengembangkan dan mengimplementasikan program PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) dan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar). Kedua program ini dirancang sebagai rangkaian paket pembelajaran dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan di berbagai tingkatan pelayanan, mulai dari fasilitas kesehatan primer hingga rumah sakit rujukan. Fokus utamanya adalah membekali para profesional dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memberikan pelayanan berkualitas tinggi kepada ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, dan anak, sehingga mampu menekan angka morbiditas dan mortalitas yang dapat dicegah.


Definisi

Pelayanan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) adalah sebuah sistem pelayanan kedaruratan yang dirancang untuk menangani kasus maternal dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi. Pelayanan ini harus tersedia selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan terhubung dalam sebuah jejaring rujukan rumah sakit di suatu wilayah atau daerah tertentu. Konsep komprehensif di sini berarti penanganan tidak hanya mencakup aspek medis, tetapi juga mencakup dukungan psikososial, rehabilitasi, serta pencegahan komplikasi lebih lanjut.

Integrasi merujuk pada koordinasi yang mulus antara berbagai unit pelayanan di rumah sakit, seperti unit gawat darurat, kamar bersalin, kamar operasi, dan unit perawatan intensif, serta konektivitas dengan fasilitas kesehatan lain dalam sistem rujukan. Hal ini memastikan bahwa pasien mendapatkan penanganan yang berkelanjutan dan terkoordinasi dari awal hingga akhir, meminimalkan jeda waktu yang kritis dalam penanganan kondisi darurat.

Lebih jauh, keberadaan PONEK merupakan manifestasi dari komitmen rumah sakit dalam memenuhi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS), khususnya yang berkaitan dengan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Pelayanan PONEK bukan sekadar respons terhadap situasi darurat, melainkan sebuah upaya proaktif untuk mengidentifikasi, mengelola, dan mencegah komplikasi serius pada ibu dan bayi. Ini mencakup kesiapan infrastruktur, ketersediaan alat medis yang memadai, dan yang terpenting, ketersediaan sumber daya manusia yang terlatih dan kompeten. Tanpa ketiga pilar ini, tujuan PONEK untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) tidak akan tercapai secara optimal. Oleh karena itu, PONEK merupakan pilar penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien dengan kualitas terbaik.

Pada dasarnya, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif tidak hanya berfokus pada penyelamatan jiwa, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup. Pelayanan PONEK harus mampu mengupayakan kesehatan reproduksi ibu yang baik sejak dini, serta pencapaian tumbuh kembang anak yang optimal sesuai dengan potensi genetiknya. Ini berarti bahwa intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan promotif. Misalnya, penanganan yang cepat dan tepat terhadap preeklampsia tidak hanya menyelamatkan nyawa ibu dan bayi, tetapi juga mencegah komplikasi jangka panjang yang dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup mereka di masa mendatang. Dengan demikian, PONEK berperan vital dalam membangun generasi yang lebih sehat dan kuat, dimulai dari fase kehidupan yang paling rentan.


Peran dan Pentingnya Bimtek PONEK

Bimtek PONEK memiliki peran yang sangat strategis dan penting dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama dalam konteks penurunan angka kematian ibu dan bayi. Berikut adalah poin-poin mendalam mengenai peran dan pentingnya bimtek ini:

  • Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM): Bimtek PONEK dirancang secara khusus untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional tenaga kesehatan, mulai dari dokter umum, dokter spesialis (kebidanan dan kandungan, anak), perawat, bidan, hingga tenaga pendukung lainnya. Pelatihan ini membekali mereka dengan kemampuan untuk mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan secara dini, melakukan diagnosis yang akurat, serta memberikan tatalaksana yang cepat dan tepat sesuai dengan standar prosedur operasional. Peningkatan kompetensi ini krusial karena penanganan kasus darurat obstetri dan neonatal seringkali membutuhkan keputusan cepat dan tindakan presisi dalam hitungan menit, di mana setiap detik sangat berharga. Tanpa kompetensi yang memadai, risiko kesalahan penanganan akan meningkat, yang berpotensi fatal bagi ibu dan bayi.

  • Standardisasi Pelayanan Emergensi Maternal Neonatal: Pelatihan PONEK berkontribusi pada standardisasi prosedur dan protokol penanganan kegawatdaruratan di seluruh rumah sakit. Dengan mengikuti kurikulum yang sama dan pedoman yang telah teruji, tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang konsisten dan berkualitas tinggi, terlepas dari lokasi rumah sakit. Standardisasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan penanganan yang seragam dan sesuai dengan bukti ilmiah terbaru, sehingga mengurangi variasi dalam praktik klinis yang tidak diperlukan dan meningkatkan keselamatan pasien. Ini juga memfasilitasi koordinasi antarfasilitas kesehatan dalam sistem rujukan, karena semua pihak beroperasi di bawah pemahaman dan standar yang sama.

  • Mendayagunakan Rumah Sakit sebagai Pusat Rujukan: Salah satu tujuan utama Bimtek PONEK adalah untuk memperkuat peran rumah sakit sebagai pusat rujukan utama untuk pelayanan ibu dan anak. Dengan SDM yang kompeten dan terlatih dalam PONEK, rumah sakit dapat berfungsi secara efektif sebagai ujung tombak dalam menangani kasus-kasus obstetri dan neonatal yang kompleks atau yang membutuhkan intervensi spesialis. Ini berarti rumah sakit tidak hanya siap menerima rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama, tetapi juga mampu memberikan penanganan definitif yang komprehensif, mulai dari resusitasi, tindakan medis atau bedah, hingga perawatan pasca-tindakan. Optimalisasi fungsi rujukan ini sangat vital untuk menciptakan sistem kesehatan yang responsif dan berjenjang.

  • Mendukung Pencapaian Target Penurunan AKI dan AKB: Secara langsung, peningkatan kualitas pelayanan melalui Bimtek PONEK akan berdampak signifikan pada penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Sebagian besar kematian ibu dan bayi disebabkan oleh komplikasi seperti perdarahan pasca salin, eklampsia, infeksi, asfiksia neonatorum, dan prematuritas, yang sebenarnya dapat dicegah atau ditangani jika mendapatkan intervensi cepat. Dengan tenaga kesehatan yang terlatih PONEK, waktu respons terhadap kondisi darurat dapat dipersingkat, identifikasi masalah lebih cepat, dan intervensi medis dilakukan dengan lebih efektif, sehingga meningkatkan peluang kelangsungan hidup ibu dan bayi serta mencegah disabilitas jangka panjang.

  • Peningkatan Keselamatan Pasien: Keselamatan pasien adalah prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, dan Bimtek PONEK secara langsung berkontribusi pada aspek ini. Dengan pengetahuan yang lebih baik tentang tatalaksana kegawatdaruratan, pencegahan infeksi, dan prosedur keselamatan lainnya, risiko kesalahan medis dapat diminimalisir. Pelatihan ini juga menekankan pentingnya komunikasi efektif antar tim medis, pengambilan keputusan berbasis bukti, dan penggunaan peralatan medis yang benar, yang semuanya merupakan komponen kunci dari praktik klinis yang aman. Hasilnya adalah lingkungan perawatan yang lebih aman bagi ibu dan bayi, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap sistem pelayanan kesehatan.


Materi Bimtek PONEK yang Terperinci dan Sistematis

Bimtek PONEK dirancang dengan kurikulum yang komprehensif, mencakup berbagai aspek penting dalam penanganan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal. Materi-materi ini disusun secara sistematis untuk memastikan pemahaman yang mendalam dan kemampuan aplikasi praktis.

  • Surveilans Kematian Ibu: Materi ini membahas metodologi pengumpulan data, analisis, dan interpretasi kasus kematian ibu untuk mengidentifikasi penyebab, faktor risiko, dan titik-titik kritis dalam sistem pelayanan yang perlu diperbaiki. Pemahaman yang mendalam tentang surveilans memungkinkan identifikasi tren, evaluasi intervensi, dan perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

  • Distosia Bahu: Fokus pada pengenalan dini, manuver penanganan yang tepat (seperti McRoberts, suprapubic pressure, Wood’s screw maneuver), dan pencegahan komplikasi serius seperti fraktur klavikula pada bayi atau perdarahan pada ibu. Pelatihan ini mencakup simulasi untuk meningkatkan keterampilan praktis.

  • Maternal Collapse: Penanganan kasus henti jantung atau syok berat pada ibu hamil/bersalin. Materi ini meliputi algoritma resusitasi jantung paru (RJP) pada ibu hamil, identifikasi penyebab (misalnya, perdarahan, emboli, sepsis), dan tatalaksana multidisiplin yang cepat.

  • Preeklampsia dan Hipertensi Dalam Kehamilan: Meliputi diagnosis, klasifikasi, tatalaksana awal dan lanjutan preeklampsia berat dan eklampsia, termasuk pemberian antihipertensi, magnesium sulfat, dan waktu persalinan yang optimal. Penekanan pada monitoring ketat dan pencegahan komplikasi.

  • Perdarahan Pasca Salin: Identifikasi penyebab (atonia uteri, robekan jalan lahir, retensio plasenta, koagulopati), langkah-langkah penanganan segera (massage uterus, pemberian uterotonika, kompresi bimanual, pemasangan tamponade balon), hingga rujukan yang tepat jika diperlukan. Ini adalah salah satu penyebab utama kematian ibu yang dapat dicegah.

  • Persalinan Bokong: Manajemen persalinan dengan presentasi bokong, termasuk indikasi dan kontraindikasi persalinan pervaginam, teknik pertolongan persalinan bokong spontan dan dengan bantuan, serta persiapan untuk seksio sesarea jika diperlukan. Penekanan pada pengenalan dini dan pengambilan keputusan yang tepat.

  • Strategi Pendekatan Risiko dan Sistem Rujukan: Membahas identifikasi faktor risiko pada ibu hamil, bayi baru lahir, dan anak, serta bagaimana membangun dan mengoptimalkan sistem rujukan yang efektif dari fasilitas kesehatan primer ke fasilitas rujukan yang lebih tinggi. Ini mencakup komunikasi, transportasi, dan transfer pasien yang aman.

  • Manajemen PONEK: Materi ini fokus pada aspek manajerial dalam penyelenggaraan pelayanan PONEK di rumah sakit, termasuk perencanaan sumber daya, pengorganisasian tim, koordinasi antar departemen, monitoring dan evaluasi kinerja, serta manajemen risiko.

  • Kebijakan Program Kesehatan dan Sistem Rujukan pada Ibu dan Bayi Baru Lahir: Memahami kerangka kebijakan nasional terkait kesehatan ibu dan bayi, termasuk program-program prioritas, standar pelayanan, serta peran dan tanggung jawab setiap tingkatan fasilitas kesehatan dalam sistem rujukan terpadu.

  • Pencegahan Infeksi pada Persalinan dan Bayi Baru Lahir: Praktik-praktik pencegahan infeksi (PPI) yang komprehensif, termasuk kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri (APD), sterilisasi instrumen, dan manajemen limbah medis, untuk mengurangi risiko infeksi nosokomial pada ibu dan bayi.

  • Tata Laksana Kegawatdaruratan pada Kehamilan, Persalinan, dan Nifas: Materi ini mencakup berbagai kondisi darurat lainnya yang mungkin timbul selama kehamilan (misalnya, abortus inkomplit, kehamilan ektopik), persalinan (misalnya, prolaps tali pusat, rupture uteri), dan masa nifas (misalnya, infeksi nifas, tromboflebitis), serta penanganannya.

  • Kegawatan Bayi Baru Lahir/Neonatus di Beberapa Tingkat Pelayanan Neonatus: Identifikasi dan tatalaksana berbagai kegawatdaruratan pada neonatus, seperti asfiksia, hipotermia, hipoglikemia, kejang, sepsis neonatorum, dan kelainan kongenital, sesuai dengan tingkat pelayanan (primer, sekunder, tersier).

  • Neonatal Resuscitation: Pelatihan praktis tentang langkah-langkah resusitasi bayi baru lahir, mulai dari penilaian awal, stimulasi, pemberian ventilasi tekanan positif (VTP), hingga kompresi dada dan pemberian obat-obatan, sesuai dengan algoritma resusitasi neonatus terbaru.

  • Nutrisi Parental pada Neonatus: Materi ini membahas indikasi, perhitungan dosis, teknik pemberian, dan pemantauan nutrisi parenteral pada neonatus, khususnya pada bayi prematur atau bayi dengan kondisi medis yang menghalangi pemberian nutrisi enteral.


Tujuan dan Manfaat Bimtek PONEK

Bimtek PONEK memiliki tujuan yang jelas dan memberikan manfaat yang signifikan bagi individu tenaga kesehatan, institusi rumah sakit, dan sistem kesehatan secara keseluruhan.

Tujuan Utama Bimtek PONEK:

  1. Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Klinis: Membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang patofisiologi, diagnosis, dan tatalaksana berbagai kasus kegawatdaruratan obstetri dan neonatal. Ini mencakup keterampilan teknis dalam melakukan prosedur medis, serta kemampuan untuk membuat keputusan klinis yang cepat dan tepat di bawah tekanan.
  2. Mengembangkan Kompetensi dalam Pengelolaan Tim: Melatih peserta untuk bekerja secara efektif dalam tim multidisiplin, meningkatkan komunikasi interprofesional, dan mengoptimalkan koordinasi dalam penanganan kasus darurat. Penanganan PONEK seringkali melibatkan berbagai departemen dan spesialis, sehingga koordinasi yang baik sangat esensial.
  3. Memperkuat Sistem Rujukan: Memastikan bahwa peserta memahami peran mereka dalam jejaring rujukan, mampu melakukan stabilisasi pasien sebelum rujukan, dan mengelola transfer pasien dengan aman dan efisien ke fasilitas yang lebih lengkap jika diperlukan.
  4. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Maternal dan Neonatal: Pada akhirnya, tujuan ini adalah untuk secara langsung berkontribusi pada penurunan angka kematian dan kesakitan ibu dan bayi melalui peningkatan kualitas pelayanan emergensi di rumah sakit.
  5. Memenuhi Standar Akreditasi Rumah Sakit: Membantu rumah sakit untuk memenuhi persyaratan akreditasi terkait dengan pelayanan maternal dan neonatal, yang mencerminkan komitmen terhadap kualitas dan keselamatan pasien.

Manfaat yang Diperoleh dari Bimtek PONEK:

  • Bagi Tenaga Kesehatan Peserta:

    • Peningkatan Kepercayaan Diri: Dengan pengetahuan dan keterampilan yang teruji, tenaga kesehatan akan merasa lebih percaya diri dalam menghadapi kasus-kasus darurat yang kompleks.
    • Peluang Karier Lebih Baik: Sertifikasi PONEK dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan profesional dan peluang karier.
    • Praktik Klinis Berbasis Bukti: Membekali peserta dengan praktik terbaik yang didasarkan pada bukti ilmiah terbaru, sehingga meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan.
    • Peningkatan Kualitas Hidup Pasien: Secara langsung berkontribusi pada hasil kesehatan yang lebih baik bagi ibu dan bayi, yang memberikan kepuasan profesional.
  • Bagi Institusi Rumah Sakit:

    • Peningkatan Reputasi: Rumah sakit yang memiliki tim PONEK yang kompeten akan mendapatkan reputasi yang baik sebagai penyedia layanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dan aman.
    • Penurunan Angka Morbiditas dan Mortalitas: Secara signifikan mengurangi kejadian komplikasi serius dan kematian pada ibu dan bayi di rumah sakit.
    • Efisiensi Pelayanan: Dengan prosedur yang standar dan tim yang terlatih, penanganan kasus darurat menjadi lebih efisien dan efektif.
    • Kepatuhan Terhadap Regulasi: Memastikan rumah sakit memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan badan akreditasi.
    • Pengurangan Beban Sosial dan Ekonomi: Dengan mencegah kematian dan kecacatan, rumah sakit berkontribusi pada pengurangan beban sosial dan ekonomi akibat komplikasi persalinan dan masalah neonatal.
  • Bagi Masyarakat dan Sistem Kesehatan:

    • Peningkatan Akses Terhadap Pelayanan Berkualitas: Masyarakat memiliki akses yang lebih baik ke pelayanan emergensi obstetri dan neonatal yang berkualitas tinggi.
    • Peningkatan Indikator Kesehatan Nasional: Kontribusi langsung pada pencapaian target penurunan AKI dan AKB di tingkat nasional, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
    • Penguatan Sistem Rujukan Nasional: Memperkuat jejaring rujukan kesehatan secara keseluruhan, menciptakan sistem yang lebih responsif dan terintegrasi.
    • Pembangunan Generasi Sehat: Dengan menyelamatkan lebih banyak ibu dan bayi serta mencegah kecacatan, bimtek ini berkontribusi pada pembangunan generasi penerus yang lebih sehat dan produktif.

Kesimpulan

Bimtek PONEK 2025 merupakan investasi krusial dalam masa depan kesehatan bangsa. Penurunan angka kematian ibu dan bayi bukan hanya sekadar target statistik, melainkan cerminan dari komitmen kita terhadap setiap nyawa dan masa depan keluarga Indonesia. Melalui pelatihan yang komprehensif ini, tenaga kesehatan akan dibekali dengan keahlian mutakhir dan kepercayaan diri yang esensial untuk menghadapi tantangan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal.

Kami di Pusdiklat LSMAP sangat percaya bahwa setiap tenaga kesehatan memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan dalam sistem pelayanan kesehatan. Dengan mengikuti Bimtek PONEK 2025, Anda tidak hanya meningkatkan kapasitas profesional Anda, tetapi juga menjadi bagian integral dari solusi nasional untuk mewujudkan Making Pregnancy Safer dan memastikan bahwa setiap ibu dan bayi memiliki kesempatan terbaik untuk hidup dan berkembang secara optimal. Mari bergabung dan jadilah pahlawan bagi ibu dan bayi, karena di tangan Andalah, harapan dan kehidupan baru dapat terselamatkan!

Bimtek PONEK 2025: Mahir Penanganan Obstetri & Neonatal Akut

Bimtek PONEK 2025: Mahir Penanganan Obstetri & Neonatal Akut

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusdiklat LSMAP Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Bimtek PONEK 2025: Mahir Penanganan Obstetri & Neonatal Akut

Metode Bimtek PONEK

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Narasumber dan Instruktur Berpengalaman

Tim pengajar kami terdiri dari akademisi, praktisi, dan konsultan profesional yang memiliki pengalaman selama 35+ tahun tersertifikasi Nasional dan Internasional yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek PONEK:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Bimtek PONEK

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasiitas Bimtek PONEK

  • Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Lokasi Pelaksanaan Bimtek PONEK

  • Yogyakarta (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Jakarta (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Bandung (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Bali (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Surabaya (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Malang (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Samarinda (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Balikpapan
  • Makassar
  • Batam
  • Semarang
  • Manado
  • Jayapura
  • Sorong
  • Medan
  • Dst

Catatan: Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan 

Tata Cara Pendaftaran Bimtek PONEK:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Erik Hp/Wa: 087820921902
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person Bimtek Pelatihan PONEK

Bimtek PONEK 2025: Mahir Penanganan Obstetri & Neonatal Akut

Bimtek PONEK 2025: Mahir Penanganan Obstetri & Neonatal Akut