Bimtek GMP dan Sanitasi: Mutu Produksi Terjamin 2025

Bimtek GMP dan Sanitasi: Mutu Produksi Terjamin 2025

Bimtek GMP dan Sanitasi: Mutu Produksi Terjamin 2025

Bimtek GMP dan Sanitasi: Mutu Produksi Terjamin 2025. Di era globalisasi dan persaingan industri yang kian ketat, Good Manufacturing Practices (GMP) dan sanitasi telah menjadi pilar fundamental dalam menjamin kualitas dan keamanan produk yang beredar di pasar. Setiap entitas produsen, mulai dari industri makanan dan minuman, kosmetik, produk farmasi, suplemen makanan, hingga peralatan medis, memiliki tanggung jawab moral dan regulasi untuk memastikan produk yang dihasilkan aman dan bermutu tinggi.

Berbagai lembaga pengawas seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia, serta organisasi internasional seperti WHO dan FAO, secara konsisten mengeluarkan pedoman dan regulasi yang harus dipatuhi. Pedoman ini dirancang bukan hanya sebagai serangkaian aturan, melainkan sebagai fondasi untuk membangun kepercayaan konsumen dan memelihara reputasi industri. Oleh karena itu, pemahaman dan implementasi GMP serta sanitasi yang komprehensif bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis.

Urgensi penerapan GMP dan sanitasi menjadi semakin krusial mengingat dinamika pasar yang terus berubah dan tuntutan konsumen yang kian meningkat terhadap produk yang tidak hanya efektif, tetapi juga aman dan higienis. Kegagalan dalam mematuhi standar ini dapat berakibat fatal, mulai dari penarikan produk, denda finansial yang besar, hingga hilangnya kepercayaan publik yang sulit untuk dikembalikan. Data menunjukkan bahwa insiden kontaminasi produk atau ketidaksesuaian standar seringkali berakar dari praktik manufaktur yang tidak memadai dan kurangnya kesadaran akan pentingnya sanitasi. Dengan demikian, investasi dalam pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang ini adalah langkah proaktif yang esensial untuk mitigasi risiko dan sustainabilitas bisnis dalam jangka panjang.

Melihat kebutuhan mendesak akan kompetensi di bidang ini, Pusdiklat LSMAP dengan bangga mempersembahkan Program Bimbingan Teknis (Bimtek) GMP dan Sanitasi Terbaru 2025. Program ini dirancang khusus untuk membekali para pelaku industri dengan pemahaman mendalam dan kemampuan praktis dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip GMP serta prosedur sanitasi sesuai standar terkini, baik dari BPOM maupun regulasi internasional.

Melalui Bimtek ini, peserta akan memperoleh pengetahuan mutakhir mengenai Title 21 Code of Federal Regulation (CFR) part 110 “Good Manufacturing Practices in Manufacturing, Packing, or Holding Human Food” dan “General Principles Food Hygiene, WHO/FAO International Code Practice”, yang merupakan standar umum yang diterima secara global. Kami percaya bahwa dengan mengikuti pelatihan ini, setiap peserta akan menjadi agen perubahan yang mampu mendorong budaya kerja yang bersih, terstruktur, dan berorientasi pada kualitas di setiap lini produksi, sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.


Definisi

Good Manufacturing Practices (GMP), atau Cara Produksi yang Baik (CPB), adalah sistem yang memastikan produk diproduksi dan dikendalikan secara konsisten sesuai dengan standar kualitas. GMP mencakup semua aspek produksi, mulai dari bahan awal, lokasi dan fasilitas, peralatan, hingga pelatihan dan kebersihan pribadi staf. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya melalui pengujian produk akhir, seperti kontaminasi silang, kesalahan label, dan ketidaksesuaian bahan baku.

Dengan kata lain, GMP adalah serangkaian pedoman komprehensif yang dirancang untuk mencegah terjadinya kerusakan atau bahaya pada pengguna akhir produk. Ini adalah kerangka kerja yang tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada setiap tahapan proses produksi, memastikan bahwa setiap langkah telah didokumentasikan dengan baik, diawasi secara ketat, dan dilaksanakan oleh personel yang terlatih dan kompeten.

Sanitasi, dalam konteks industri manufaktur, merujuk pada praktik menjaga kondisi kebersihan dan higiene untuk mencegah kontaminasi produk. Ini mencakup sanitasi personel, kebersihan lingkungan kerja, fasilitas produksi, serta peralatan yang digunakan. Sanitasi yang efektif adalah komponen integral dari GMP, karena tanpa kebersihan yang memadai, risiko kontaminasi mikroba, fisik, atau kimia pada produk akan meningkat secara drastis. Prosedur sanitasi yang benar meliputi pembersihan rutin, disinfeksi, pengelolaan limbah, pengendalian hama, dan menjaga higiene pribadi yang ketat bagi semua karyawan yang terlibat dalam proses produksi. Tujuannya bukan hanya sekadar membersihkan, melainkan untuk menciptakan lingkungan yang steril dan aman, di mana potensi bahaya bagi produk dapat diminimalisir secara maksimal.

Secara kolektif, GMP dan Sanitasi membentuk sistem manajemen mutu (SMM) yang efektif, yang dirancang untuk menjamin bahwa produk akhir bebas dari kontaminasi, konsisten dalam pembuatannya, dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Implementasi GMP tidak cukup hanya dengan melakukan inspeksi pada tahap akhir produksi; sebaliknya, ia mencakup keseluruhan aktivitas pengendalian yang terintegrasi, mulai dari desain dan layout pabrik, pemeliharaan, sanitasi, pengendalian proses produksi, higiene personel, hingga sistem pelatihan. Keduanya saling melengkapi dan bekerja secara sinergis untuk menciptakan lingkungan produksi yang terkontrol, memastikan setiap batch produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang sama dan aman untuk dikonsumsi atau digunakan oleh masyarakat.


Peran dan Pentingnya Bimtek Ini


Bimtek GMP dan Sanitasi ini memegang peranan krusial dalam memastikan keberlanjutan dan keunggulan industri. Berikut adalah poin-poin penting yang menjelaskan mengapa pelatihan ini sangat relevan dan penting untuk diikuti:

  • Peningkatan Pemahaman dan Kepatuhan Regulasi: Pelatihan ini secara mendalam membahas berbagai regulasi dan standar terkini, termasuk pedoman BPOM dan regulasi internasional seperti Title 21 CFR part 110 dan General Principles Food Hygiene WHO/FAO. Peserta akan memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai persyaratan minimum yang harus dipenuhi oleh produsen. Pengetahuan ini esensial untuk memastikan perusahaan beroperasi dalam kerangka hukum yang berlaku, menghindari sanksi, dan mempermudah proses audit serta sertifikasi yang seringkali menjadi prasyarat untuk memasuki pasar tertentu. Pemahaman yang mendalam tentang regulasi juga memungkinkan perusahaan untuk mengantisipasi perubahan kebijakan di masa depan, sehingga dapat beradaptasi dengan cepat dan mempertahankan kepatuhan.

  • Pencegahan Kontaminasi dan Penjaminan Mutu Produk: Salah satu tujuan utama GMP dan sanitasi adalah mencegah kontaminasi silang serta memastikan integritas dan kualitas produk dari awal hingga akhir. Bimtek ini akan mengajarkan metode dan teknik yang efektif untuk mengidentifikasi dan meminimalkan risiko kontaminasi, baik dari sumber fisik, kimia, maupun mikrobiologi. Ini mencakup desain fasilitas yang higienis, prosedur pembersihan dan disinfeksi yang tepat, serta praktik penanganan bahan baku dan produk jadi yang aman. Dengan mencegah kontaminasi, perusahaan dapat menjaga mutu produk secara konsisten, mengurangi tingkat penolakan, dan memastikan bahwa setiap produk yang sampai ke tangan konsumen aman dan sesuai dengan standar yang dijanjikan.

  • Optimalisasi Efisiensi Produksi dan Pengurangan Kerugian: Penerapan GMP yang efektif, termasuk sistem sanitasi yang baik, secara langsung berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional. Dengan proses yang terstandardisasi dan lingkungan kerja yang bersih, risiko kerusakan produk akibat kontaminasi atau kesalahan proses akan berkurang secara signifikan. Hal ini tidak hanya meminimalkan pemborosan bahan baku dan energi, tetapi juga mengurangi biaya pengerjaan ulang (rework) atau penarikan produk (product recall) yang dapat sangat merugikan finansial dan reputasi perusahaan. Pada akhirnya, ini akan mengarah pada peningkatan profitabilitas dan keberlanjutan bisnis.

  • Peningkatan Kepercayaan Konsumen dan Daya Saing Pasar: Di pasar yang kompetitif, kepercayaan konsumen adalah aset tak ternilai. Produk yang terbukti diproduksi dengan standar GMP dan sanitasi yang tinggi akan membangun citra positif di mata konsumen, meningkatkan loyalitas, dan membedakan perusahaan dari pesaing. Sertifikasi GMP juga seringkali menjadi syarat bagi perusahaan yang ingin memasuki pasar ekspor, membuka peluang bisnis baru di tingkat global. Dengan demikian, investasi dalam pelatihan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar domestik maupun internasional.

  • Pengembangan Budaya Kualitas dan Higiene di Lingkungan Kerja: Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mendorong pembentukan budaya kerja yang berorientasi pada kualitas, kebersihan, dan tanggung jawab. Peserta akan diajari pentingnya higiene personal, perilaku yang benar di area produksi, serta bagaimana setiap individu memiliki peran krusial dalam menjaga mutu dan keamanan produk. Budaya ini akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional, disiplin, dan secara kolektif meningkatkan standar operasional perusahaan.

  • Persiapan Menuju Sertifikasi dan Audit Internal/Eksternal: Bimtek ini akan membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang persyaratan audit GMP dan sanitasi. Dengan pengetahuan ini, perusahaan akan lebih siap dalam menghadapi audit internal maupun eksternal, termasuk audit dari BPOM atau badan sertifikasi internasional. Kesiapan ini akan mempercepat proses perolehan sertifikasi, yang merupakan bukti konkret komitmen perusahaan terhadap standar kualitas dan keamanan tertinggi.


Materi Bimtek GMP dan Sanitasi yang Terperinci dan Sistematis

Materi pelatihan ini disusun secara komprehensif dan sistematis untuk memastikan peserta memperoleh pemahaman menyeluruh serta keterampilan praktis dalam penerapan GMP dan sanitasi. Berikut adalah rincian materi yang akan disampaikan:

I. Prinsip Dasar GMP (Good Manufacturing Practices):

  • Menjamin Kualitas dan Keamanan Pangan/Produk: Membahas konsep dasar mengapa GMP sangat penting dalam memastikan setiap produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi/digunakan dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
  • Meningkatkan Kepercayaan dalam Keamanan Produk dan Produksi: Memahami bagaimana penerapan GMP yang konsisten dapat membangun dan mempertahankan kepercayaan konsumen serta regulator.
  • Mengurangi Kerugian dan Pemborosan: Analisis bagaimana praktik GMP yang baik dapat meminimalkan cacat produk, rework, dan limbah, sehingga menghemat biaya produksi.
  • Menjamin Efisiensi Penerapan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points): Menjelaskan sinergi antara GMP dan HACCP sebagai prasyarat penting untuk sistem keamanan pangan yang efektif.
  • Memenuhi Persyaratan Peraturan: Diskusi mendalam mengenai regulasi terkini dari BPOM dan standar internasional seperti Title 21 CFR part 110 dan General Principles Food Hygiene, WHO/FAO International Code Practice.
  • Meningkatkan Image dan Kompetensi Perusahaan: Bagaimana sertifikasi dan kepatuhan GMP dapat meningkatkan reputasi dan daya saing perusahaan di pasar.
  • Meningkatkan Wawasan dan Pengetahuan Terhadap Produk: Pemahaman mendalam tentang spesifikasi produk, karakteristik, dan dampaknya terhadap proses produksi.
  • Menjadi Pendukung dari Penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM): Peran GMP sebagai fondasi kuat dalam kerangka SMM perusahaan.

II. Ruang Lingkup Penerapan GMP:

  • Identifikasi sektor industri yang wajib menerapkan GMP (makanan, minuman, farmasi, kosmetik, suplemen, alat kesehatan).
  • Diskusi tentang relevansi GMP untuk berbagai skala industri, dari UMKM hingga korporasi besar.

III. Lingkungan dan Lokasi Bangunan serta Fasilitas Pendukung Penerapan GMP:

  • Desain dan Layout Pabrik: Prinsip-prinsip desain bangunan yang higienis, aliran proses yang logis, dan segregasi area untuk mencegah kontaminasi silang.
  • Sistem Ventilasi, Pencahayaan, dan Drainase: Persyaratan teknis untuk memastikan kondisi lingkungan yang optimal dan higienis.
  • Ketersediaan Air Bersih dan Utilitas Pendukung: Standar kualitas air dan pengelolaan utilitas penting lainnya.

IV. Kegiatan Sanitasi (Personal, Ruangan, Sistem Peralatan, dan Fasilitas Pendukung):

  • Personal Hygiene: Prosedur cuci tangan, penggunaan APD, dan perilaku higienis karyawan.
  • Sanitasi Ruangan/Area Produksi: Prosedur pembersihan, disinfeksi, dan pemeliharaan kebersihan di seluruh area pabrik.
  • Sanitasi Sistem Peralatan: Prosedur Cleaning In Place (CIP) dan Cleaning Out of Place (COP), perawatan rutin, dan kalibrasi peralatan.
  • Sanitasi Fasilitas Pendukung: Kebersihan toilet, area istirahat, dan fasilitas penunjang lainnya.

V. Proses Perawatan, Pengendalian Mesin, dan Peralatan Produksi:

  • Program pemeliharaan preventif dan korektif untuk memastikan peralatan berfungsi optimal dan tidak menjadi sumber kontaminasi.
  • Manajemen suku cadang dan pelumasan yang aman.

VI. Proses Penerapan dalam Tahapan Produk:

  • Pemilahan Bahan Baku: Kriteria penerimaan, inspeksi, dan karantina bahan baku.
  • Proses Penyimpanan: Kondisi penyimpanan yang sesuai (suhu, kelembaban, ventilasi) untuk bahan baku, bahan kemas, dan produk antara.
  • Distribusi Produk: Metode transportasi dan penanganan untuk menjaga kualitas produk selama distribusi.
  • Penyimpanan Produk Jadi Berdasarkan Karakter dan Spesifikasi Masing-masing: Sistem pergudangan, first-in first-out (FIFO)/first-expired first-out (FEFO), dan kontrol lingkungan untuk produk jadi.

VII. Sistem Pengendalian dan Pengawasan Proses Produksi:

  • Pemantauan parameter kritis, pencatatan data, dan verifikasi proses.
  • Manajemen deviasi dan tindakan korektif.
  • Penanganan Produk Akhir: Prosedur pengemasan, pelabelan, dan pengujian kualitas produk akhir.

VIII. Laboratorium Pengendalian Mutu Produk:

  • Peran dan fungsi laboratorium dalam memastikan kualitas produk.
  • Metode pengujian, kalibrasi alat, dan kompetensi personel laboratorium.

IX. Sistem Pengendalian Hama (Pest Control):

  • Program pengendalian hama terpadu untuk mencegah infestasi di seluruh area pabrik.
  • Identifikasi, monitoring, dan tindakan penanganan hama.

X. Hygiene Pekerja:

  • Edukasi dan pelatihan berkelanjutan mengenai higiene personal.
  • Pemeriksaan kesehatan rutin bagi karyawan.

XI. Sistem Dokumentasi:

  • Standar Kerja: Penyusunan prosedur standar untuk setiap aktivitas operasional.
  • Standar Operating Prosedur (SOP): Pembuatan, pengelolaan, dan distribusi SOP yang jelas dan mudah dipahami.
  • Rekaman dan Kontrol Dokumen: Sistem pencatatan data, retensi dokumen, dan kontrol perubahan dokumen.
  • Prosedur Komplain dan Penarikan Produk (Product Recall): Penanganan keluhan konsumen, investigasi, dan prosedur penarikan produk yang efektif jika diperlukan.
  • Keamanan dan Metode Pengolahan Produk: Aspek keamanan pangan dan pemilihan metode pengolahan yang tepat.

Tujuan dan Manfaat Bimtek GMP dan Sanitasi

Pelatihan ini dirancang dengan tujuan dan manfaat yang jelas bagi peserta maupun organisasi:

Tujuan Pelatihan:

  • Meningkatkan Pemahaman Teoritis dan Praktis: Membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang filosofi, prinsip, dan aplikasi GMP serta sanitasi dalam berbagai industri.
  • Mengembangkan Kemampuan Implementasi: Melatih peserta untuk dapat merancang, mengimplementasikan, dan memelihara sistem GMP dan sanitasi yang efektif di fasilitas produksi masing-masing.
  • Meningkatkan Kepatuhan Terhadap Regulasi: Memastikan peserta memahami dan mampu mengaplikasikan persyaratan regulasi nasional (BPOM) dan standar internasional terbaru yang berlaku pada tahun 2025.
  • Mengidentifikasi dan Mengatasi Risiko: Mengajarkan peserta cara mengidentifikasi potensi bahaya kontaminasi dan mengembangkan strategi pencegahan serta tindakan korektif yang tepat.
  • Mendorong Budaya Kualitas dan Higiene: Membentuk pola pikir dan perilaku yang berorientasi pada kualitas, kebersihan, dan keamanan di seluruh tingkatan operasional.
  • Mempersiapkan Audit dan Sertifikasi: Memberikan bekal pengetahuan dan strategi bagi peserta untuk menghadapi audit internal maupun eksternal, serta mempermudah proses perolehan sertifikasi GMP.

Manfaat Pelatihan:

  • Bagi Peserta Individu:

    • Peningkatan kompetensi profesional di bidang GMP dan sanitasi, yang sangat dicari di industri.
    • Memperoleh sertifikat pelatihan yang diakui, meningkatkan nilai jual di pasar kerja.
    • Mampu menjadi agen perubahan dalam menerapkan praktik produksi yang lebih baik di tempat kerja.
    • Meningkatkan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan terkait kualitas dan keamanan produk.
    • Memperluas jejaring profesional dengan sesama praktisi industri.
  • Bagi Organisasi/Perusahaan:

    • Peningkatan Kualitas dan Keamanan Produk: Memastikan produk yang dihasilkan konsisten dalam kualitas dan aman untuk dikonsumsi, mengurangi risiko cacat dan penarikan produk.
    • Kepatuhan Regulasi dan Standar: Memastikan perusahaan memenuhi semua persyaratan hukum dan regulasi, menghindari sanksi dan denda.
    • Efisiensi Operasional: Mengurangi pemborosan, rework, dan biaya operasional akibat kesalahan atau kontaminasi.
    • Peningkatan Reputasi dan Kepercayaan Konsumen: Membangun citra positif sebagai produsen yang bertanggung jawab dan peduli terhadap kualitas dan keamanan.
    • Daya Saing Global: Membuka peluang pasar baru dan meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun internasional melalui sertifikasi GMP.
    • Kesiapan Audit: Mempermudah proses audit dan sertifikasi, mempercepat pencapaian standar industri yang lebih tinggi.
    • Peningkatan Budaya Kerja: Menciptakan lingkungan kerja yang lebih disiplin, bersih, dan berorientasi pada kualitas, meningkatkan moral dan produktivitas karyawan.
    • Mitigasi Risiko: Mengurangi potensi insiden terkait keamanan produk yang dapat merugikan perusahaan secara finansial dan reputasi.

Kesimpulan Bimtek GMP dan Sanitasi

Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan sanitasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sebuah prasyarat mutlak bagi setiap industri yang ingin bersaing dan bertahan di pasar modern yang dinamis. Dalam lanskap industri tahun 2025 yang semakin ketat dalam regulasi dan tinggi dalam ekspektasi konsumen, kegagalan dalam mematuhi standar ini dapat berarti kerugian yang signifikan, baik finansial maupun reputasi. Pelatihan GMP dan Sanitasi yang diselenggarakan oleh Pusdiklat LSMAP ini hadir sebagai solusi strategis untuk membekali Anda dan tim Anda dengan pengetahuan terkini dan keterampilan praktis yang esensial.

Program ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap proses produksi Anda berjalan sesuai standar keamanan dan kualitas tertinggi, mulai dari pemilihan bahan baku hingga produk akhir di tangan konsumen. Dengan menguasai prinsip-prinsip GMP dan sanitasi, Anda tidak hanya memenuhi persyaratan regulasi, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk peningkatan efisiensi operasional, pengurangan risiko, dan yang terpenting, peningkatan kepercayaan konsumen yang berkelanjutan.

Bergabunglah dengan kami dalam Bimtek GMP dan Sanitasi Terbaru 2025. Mari kita bersama-sama menciptakan produk berkualitas prima yang tidak hanya aman dan higienis, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Investasikan masa depan perusahaan Anda hari ini, karena mutu produksi yang terjamin adalah kunci keberhasilan yang tak terbantahkan! Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk menjadi pemimpin dalam industri yang berintegritas dan berkualitas tinggi.

Bimtek GMP dan Sanitasi: Mutu Produksi Terjamin 2025

Bimtek GMP dan Sanitasi: Mutu Produksi Terjamin 2025

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusdiklat LSMAP Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Bimtek GMP dan Sanitasi: Mutu Produksi Terjamin 2025

Metode Bimtek GMP dan Sanitasi

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Narasumber dan Instruktur Berpengalaman

Tim pengajar kami terdiri dari akademisi, praktisi, dan konsultan profesional yang memiliki pengalaman selama 35+ tahun tersertifikasi Nasional dan Internasional yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek GMP dan Sanitasi:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Bimtek GMP dan Sanitasi

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasiitas Bimtek GMP dan Sanitasi

  • Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Lokasi Pelaksanaan Bimtek GMP dan Sanitasi

  • Yogyakarta (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Jakarta (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Bandung (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Bali (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Surabaya (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Malang (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Samarinda (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Balikpapan
  • Makassar
  • Batam
  • Semarang
  • Manado
  • Jayapura
  • Sorong
  • Medan
  • Dst

Catatan: Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan 

Tata Cara Pendaftaran Bimtek GMP dan Sanitasi:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Erik Hp/Wa: 087820921902
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person Bimtek Pelatihan GMP dan Sanitasi

Bimtek GMP dan Sanitasi: Mutu Produksi Terjamin 2025

Bimtek GMP dan Sanitasi: Mutu Produksi Terjamin 2025