Bimtek Pengelolaan Sanitasi: Strategi Unggul Air Bersih 2025

Bimtek Pengelolaan Sanitasi: Strategi Unggul Air Bersih 2025
Bimtek Pengelolaan Sanitasi: Strategi Unggul Air Bersih 2025. Akses terhadap air bersih dan sanitasi layak bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tak terpisahkan dari hak asasi dan martabat individu. Realitas ini semakin krusial mengingat bahwa ketersediaan air bersih dan sanitasi yang memadai memiliki dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, kesejahteraan ekonomi, dan kelestarian lingkungan.
Di Indonesia, tantangan dalam memastikan pemerataan akses ini masih sangat besar, terutama di daerah-daerah terpencil dan padat penduduk. Kurangnya infrastruktur yang memadai, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, serta rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya praktik higiene dan sanitasi yang benar menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, upaya kolektif dan sistematis melalui program peningkatan kapasitas seperti bimbingan teknis (bimtek) menjadi sangat esensial untuk mengatasi permasalahan multidimensional ini.
Urgensi pengelolaan sanitasi dan air bersih semakin ditekankan dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menyikapi kompleksitas tantangan dan besarnya mandat yang diemban, Pusdiklat LSMAP merasa terpanggil untuk berperan aktif dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di seluruh lini. Melalui program Bimtek Pengelolaan Sanitasi: Strategi Unggul Air Bersih 2025, kami berkomitmen untuk membekali para pemangku kepentingan, praktisi, dan pengambil kebijakan dengan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip dan praktik terbaik dalam pengelolaan sanitasi dan air bersih. Bimtek ini dirancang untuk tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga mengedepankan pendekatan praktis dan inovatif yang relevan dengan kondisi lapangan, sehingga peserta dapat secara efektif menerapkan strategi pengelolaan yang unggul dan berkelanjutan.
Definisi
Sanitasi merupakan suatu bidang yang secara komprehensif membahas mengenai fasilitas dan pelayanan yang dirancang untuk mengelola dan membuang kotoran manusia, seperti feses dan urine, dengan cara yang aman dan higienis. Lingkup sanitasi tidak terbatas pada infrastruktur fisik semata, melainkan mencakup seluruh sistem yang bertujuan untuk mencegah kontak langsung antara manusia dengan bahan buangan berbahaya serta kontaminan lainnya. Sebuah sistem sanitasi yang efektif dan terintegrasi adalah pondasi utama dalam melindungi kesehatan masyarakat, karena secara langsung memutus mata rantai penularan penyakit yang bersumber dari lingkungan yang tidak higienis. Lebih dari itu, sanitasi juga secara aktif mempromosikan praktik-praktik kebersihan personal, seperti mencuci tangan dengan sabun, sebagai komponen vital dari higiene pribadi dan publik.
Air bersih, di sisi lain, didefinisikan sebagai salah satu jenis sumber daya berbasis air yang memiliki kualitas memadai dan aman untuk dimanfaatkan oleh manusia dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Penggunaan air bersih tidak hanya terbatas pada konsumsi langsung atau air minum, tetapi juga esensial untuk keperluan domestik lainnya, termasuk untuk menunjang sistem sanitasi itu sendiri.
Kualitas air bersih yang layak untuk dikonsumsi, menurut standar Departemen Kesehatan, harus memenuhi kriteria tertentu: tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan bebas dari kandungan logam berat yang dapat membahayakan kesehatan. Meskipun air dari sumber alam tertentu mungkin terlihat jernih dan dapat diminum, selalu ada risiko potensial kontaminasi oleh bakteri patogen (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya lainnya yang tidak kasat mata, dan tidak semua kontaminan tersebut dapat dihilangkan hanya dengan proses pemasakan sederhana.
Tujuan fundamental dari sanitasi adalah untuk melindungi kesehatan manusia secara menyeluruh dengan menciptakan dan mempertahankan lingkungan yang bersih dan aman. Upaya ini secara spesifik bertujuan untuk menghentikan dan memutus jalur penularan penyakit, terutama yang terjadi melalui jalur fekal-oral. Penyakit diare, yang merupakan salah satu penyebab utama malnutrisi dan penghambatan pertumbuhan (stunting) pada anak-anak di banyak negara, dapat secara signifikan diminimalkan prevalensinya melalui implementasi sistem sanitasi yang memadai dan berkelanjutan. Dengan demikian, sanitasi bukan hanya tentang pembuangan limbah, melainkan sebuah investasi krusial dalam pembangunan kesehatan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup secara jangka panjang.
Peran dan Pentingnya Bimtek Pengelolaan Sanitasi Ini
Program Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih ini memiliki peran yang sangat strategis dan krusial dalam upaya percepatan pencapaian akses universal terhadap air bersih dan sanitasi layak. Pentingnya bimtek ini dapat diuraikan sebagai berikut:
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia: Bimtek ini berfungsi sebagai platform vital untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas para pemangku kepentingan, mulai dari aparatur pemerintah daerah, staf teknis, tenaga kesehatan masyarakat, hingga fasilitator komunitas. Mereka akan dibekali dengan pengetahuan terbaru mengenai teknologi, regulasi, dan praktik terbaik dalam pengelolaan air bersih dan sanitasi. Peningkatan kapasitas ini tidak hanya berorientasi pada pemahaman teoritis, tetapi juga pada kemampuan praktis dalam merencanakan, melaksanakan, mengawasi, dan mengevaluasi program-program di lapangan. Dengan SDM yang lebih kompeten, program-program pengelolaan dapat berjalan lebih efektif dan efisien, menghindari kesalahan yang sering terjadi akibat kurangnya pengetahuan atau keterampilan.
Penyelarasan Kebijakan dan Program: Melalui bimtek, peserta akan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kebijakan nasional dan global terkait air bersih dan sanitasi, termasuk kerangka kerja SDGs. Pemahaman ini penting untuk memastikan bahwa setiap program yang diimplementasikan di tingkat lokal selaras dengan tujuan yang lebih besar, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku. Penyelarasan ini mencegah duplikasi upaya, mengoptimalkan alokasi sumber daya, dan menciptakan sinergi antarlembaga atau sektor yang berbeda. Diskusi dalam bimtek juga dapat menjadi forum untuk mengidentifikasi hambatan kebijakan dan merumuskan rekomendasi perbaikan.
Mendorong Inovasi dan Adaptasi Teknologi: Sektor air bersih dan sanitasi terus berkembang dengan munculnya teknologi dan pendekatan inovatif. Bimtek ini akan memperkenalkan peserta pada berbagai solusi terbaru, mulai dari teknologi pengolahan air sederhana hingga sistem sanitasi terpadu yang ramah lingkungan. Peserta akan didorong untuk berpikir kreatif dan adaptif dalam menghadapi tantangan unik di wilayah masing-masing, serta mampu memilih dan menerapkan teknologi yang paling sesuai dengan kondisi geografis, sosial, dan ekonomi setempat. Pengetahuan tentang inovasi ini sangat penting untuk mencapai efisiensi dan efektivitas yang lebih tinggi.
Penguatan Partisipasi Masyarakat dan Kemitraan: Keberhasilan program air bersih dan sanitasi sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Bimtek ini akan membahas strategi komunikasi, edukasi, dan fasilitasi untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku higiene di tingkat komunitas. Selain itu, bimtek juga akan menekankan pentingnya kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat sipil. Dengan membangun kemitraan yang kuat, sumber daya dapat dimobilisasi secara lebih efektif, dan program dapat menjangkau lebih banyak orang. Ini juga membantu dalam menciptakan rasa kepemilikan dan keberlanjutan program di masyarakat.
Peningkatan Efisiensi dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana: Pengelolaan dana untuk proyek air bersih dan sanitasi seringkali melibatkan anggaran yang besar. Bimtek ini akan membekali peserta dengan prinsip-prinsip perencanaan anggaran, pembiayaan yang berkelanjutan, serta mekanisme monitoring dan evaluasi yang transparan. Dengan pemahaman yang kuat tentang aspek finansial dan akuntabilitas, peserta dapat mengelola sumber daya secara lebih efisien, meminimalkan potensi kebocoran atau penyalahgunaan, dan memastikan bahwa setiap investasi benar-benar memberikan dampak yang maksimal bagi masyarakat. Ini juga akan membantu dalam menarik lebih banyak investasi dan dukungan dari berbagai pihak.
Pencegahan Penyakit dan Peningkatan Kesehatan Masyarakat: Pada intinya, bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Dengan memastikan tersedianya akses terhadap sanitasi yang aman dan air bersih yang berkualitas, risiko penularan berbagai penyakit berbasis air dan sanitasi, seperti diare, kolera, dan tifus, dapat diminimalisir secara drastis. Peningkatan higiene dan kebersihan lingkungan juga berdampak positif pada penurunan kasus stunting dan malnutrisi pada anak. Dengan demikian, investasi pada bimtek ini merupakan investasi jangka panjang untuk pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Materi Bimtek Pengelolaan Sanitasi yang Terperinci dan Sistematis
Materi yang akan disajikan dalam Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih ini dirancang secara komprehensif, terperinci, dan sistematis untuk memastikan peserta memperoleh pemahaman yang holistik dan aplikatif. Setiap sesi akan dilengkapi dengan studi kasus, diskusi interaktif, dan latihan praktis.
1. Perencanaan
- Pengantar Konsep Perencanaan Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih: Memahami siklus perencanaan program, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi. Pentingnya pendekatan partisipatif dalam perencanaan.
- Identifikasi Kebutuhan dan Masalah: Metode survei kebutuhan komunitas, analisis masalah sanitasi dan air bersih spesifik di wilayah, serta pemetaan area prioritas.
- Penyusunan Rencana Induk (Master Plan): Panduan penyusunan rencana jangka panjang dan menengah, penetapan target yang realistis, serta indikator keberhasilan yang terukur.
- Legalitas dan Kebijakan Pendukung: Tinjauan regulasi pemerintah pusat dan daerah terkait air bersih dan sanitasi, serta bagaimana mengintegrasikannya dalam perencanaan lokal.
2. Pengumpulan Data dan Analisis
- Metode Pengumpulan Data Primer dan Sekunder: Teknik wawancara, observasi, kuesioner, serta pemanfaatan data yang sudah ada dari instansi terkait.
- Teknik Analisis Data Kualitatif dan Kuantitatif: Penggunaan statistik dasar, analisis spasial (SIG), dan interpretasi data untuk pengambilan keputusan.
- Manajemen Data dan Informasi: Sistem penyimpanan data, digitalisasi, dan pemanfaatan database untuk monitoring berkelanjutan.
- Penilaian Risiko Lingkungan dan Kesehatan: Identifikasi potensi risiko pencemaran air dan dampak kesehatan dari sanitasi yang buruk, serta strategi mitigasinya.
3. Infrastruktur Sanitasi dan Air Bersih
- Desain dan Konstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM): Jenis-jenis sumber air, teknologi pengolahan air sederhana hingga kompleks, jaringan distribusi, dan sistem perpipaan.
- Desain dan Konstruksi Sistem Sanitasi: Pilihan teknologi sanitasi seperti septic tank komunal, IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) terpadu, MCK (Mandi Cuci Kakus) komunal, dan jamban keluarga.
- Teknologi Ramah Lingkungan: Pengenalan teknologi biofil, constructed wetlands, dan solusi sanitasi berbasis alam lainnya.
- Manajemen Aset Infrastruktur: Pemeliharaan rutin, perbaikan, dan rehabilitasi infrastruktur untuk memastikan keberlanjutan fungsi.
4. Pembiayaan
- Sumber-sumber Pembiayaan Program: Identifikasi potensi sumber dana dari APBN, APBD, dana desa, CSR perusahaan, pinjaman lembaga donor, dan swadaya masyarakat.
- Penyusunan Anggaran dan Proposal Pembiayaan: Teknik penyusunan anggaran yang realistis, strategi penggalangan dana, dan penulisan proposal yang menarik.
- Mekanisme Pembiayaan Berkelanjutan: Model pembiayaan berbasis tarif (iuran), public-private partnership (PPP), dan skema insentif untuk partisipasi masyarakat.
- Akuntabilitas dan Pelaporan Keuangan: Prinsip-prinsip transparansi, audit keuangan, dan pelaporan yang bertanggung jawab untuk pengelolaan dana publik.
5. Pengelolaan Operasional
- Manajemen Operasional SPAM: Prosedur standar operasional (SOP) untuk pengolahan, distribusi, dan penjaminan kualitas air.
- Manajemen Operasional Sistem Sanitasi: SOP untuk pengumpulan limbah, pengolahan, pemeliharaan fasilitas, dan pengelolaan lumpur tinja.
- Manajemen Kualitas Air dan Limbah: Parameter kualitas air, metode pengujian sederhana, serta penanganan limbah sesuai standar baku mutu.
- Pembentukan dan Penguatan Kelembagaan Pengelola: Peran kelompok pengelola, unit usaha air bersih dan sanitasi, serta mekanisme kerja sama antarlembaga.
6. Pendidikan dan Sosialisasi
- Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP): Pengembangan pesan kunci, pemilihan media komunikasi yang efektif, dan pendekatan persuasif untuk mengubah kebiasaan masyarakat.
- Edukasi Higiene dan Sanitasi: Materi edukasi tentang cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan sampah rumah tangga, dan pemanfaatan jamban sehat.
- Pelibatan Tokoh Masyarakat dan Pemuka Agama: Peran mereka dalam mendukung kampanye perubahan perilaku dan sosialisasi program.
- Kampanye Peningkatan Kesadaran: Mendesain dan melaksanakan kampanye masif tentang pentingnya sanitasi dan air bersih.
7. Monitoring dan Evaluasi
- Penyusunan Indikator Monitoring dan Evaluasi: Menetapkan indikator kinerja (KPI) yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).
- Metode Monitoring Lapangan: Teknik pengumpulan data progres, kunjungan lapangan, dan pengawasan kualitas implementasi.
- Analisis Data Monitoring dan Evaluasi: Interpretasi hasil monitoring, identifikasi tantangan, dan perumusan rekomendasi perbaikan.
- Pelaporan dan Diseminasi Hasil: Menyusun laporan yang komprehensif, presentasi hasil kepada pemangku kepentingan, dan pemanfaatan hasil evaluasi untuk perbaikan program.
8. Diskusi dan Tanya Jawab
- Sesi Interaktif: Kesempatan bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan mendiskusikan tantangan spesifik yang mereka hadapi di lapangan.
- Studi Kasus dan Best Practices: Analisis contoh-contoh keberhasilan dan kegagalan program di berbagai daerah untuk diambil pelajaran.
- Perumusan Rencana Tindak Lanjut: Membantu peserta menyusun rencana aksi individu atau kelompok untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah bimtek.
Tujuan dan Manfaat Bimtek Pengelolaan Sanitasi
Bimbingan teknis ini diselenggarakan dengan tujuan mulia dan diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi seluruh peserta serta masyarakat luas.
Tujuan Bimtek Pengelolaan Sanitasi:
- Meningkatkan Pemahaman Komprehensif: Memberikan pemahaman yang mendalam mengenai prinsip-prinsip dasar, konsep, dan regulasi terkini dalam pengelolaan sanitasi dan air bersih, sesuai dengan standar nasional dan global.
- Mengembangkan Keterampilan Praktis: Membekali peserta dengan keterampilan teknis dan manajerial yang diperlukan untuk merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi program-program air bersih dan sanitasi secara efektif di lapangan.
- Mendorong Inovasi dan Adaptasi: Mendorong peserta untuk mengidentifikasi dan menerapkan solusi inovatif serta teknologi adaptif yang sesuai dengan konteks lokal, guna mengatasi tantangan spesifik dalam penyediaan air bersih dan sanitasi.
- Memperkuat Kolaborasi dan Jaringan: Memfasilitasi terbangunnya jaringan profesional dan kolaborasi antar-peserta dari berbagai daerah dan latar belakang, sehingga dapat saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik.
- Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi: Meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya dan dana, serta mendorong transparansi dalam setiap tahapan implementasi program.
Manfaat Bimtek Pengelolaan Sanitasi:
Bagi Peserta Individu:
- Peningkatan Kompetensi: Peserta akan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih solid dalam bidang pengelolaan sanitasi dan air bersih, meningkatkan nilai profesionalisme mereka.
- Pengembangan Karir: Sertifikat dan pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan karir di instansi atau organisasi masing-masing.
- Jaringan Profesional: Kesempatan untuk berinteraksi dan membangun jaringan dengan sesama profesional, praktisi, dan ahli di bidang yang sama.
- Rasa Percaya Diri: Kemampuan yang meningkat akan menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan dan mengimplementasikan solusi di lapangan.
Bagi Instansi/Organisasi:
- Peningkatan Kinerja Program: Dengan SDM yang lebih terlatih, program-program air bersih dan sanitasi yang dijalankan akan lebih terencana, efisien, dan berdampak positif.
- Efisiensi Anggaran: Pengelolaan yang lebih baik akan mengurangi pemborosan dan memastikan alokasi anggaran yang optimal.
- Pencapaian Target: Instansi akan lebih mampu mencapai target-target pembangunan terkait air bersih dan sanitasi, termasuk target SDGs.
- Peningkatan Reputasi: Kinerja yang baik dalam penyediaan pelayanan dasar akan meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik terhadap instansi atau organisasi.
Bagi Masyarakat Luas:
- Akses yang Lebih Baik: Peningkatan kualitas dan jangkauan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak.
- Peningkatan Kesehatan: Penurunan angka penyakit berbasis lingkungan, terutama diare dan stunting, yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup.
- Kesejahteraan Lingkungan: Lingkungan yang lebih bersih dan sehat, bebas dari pencemaran akibat limbah domestik yang tidak terkelola.
- Partisipasi yang Lebih Aktif: Masyarakat akan lebih teredukasi dan termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga fasilitas dan praktik higiene.
Kesimpulan Bimtek Pengelolaan Sanitasi
Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025 yang diselenggarakan oleh Pusdiklat LSMAP ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan sebuah investasi fundamental bagi masa depan bangsa. Mengingat bahwa air bersih dan sanitasi layak adalah fondasi utama bagi kesehatan, kesejahteraan, dan keberlanjutan pembangunan, maka peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor ini menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Tantangan untuk mencapai akses universal terhadap dua kebutuhan dasar ini pada tahun 2030, sesuai dengan mandat SDGs, menuntut kita semua untuk bergerak cepat, terstruktur, dan inovatif.
Melalui program bimtek ini, kami tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis yang mutakhir, tetapi juga menumbuhkan semangat kolaborasi, adaptasi terhadap inovasi, dan komitmen terhadap akuntabilitas. Materi yang terperinci, mulai dari perencanaan hingga monitoring dan evaluasi, akan memastikan setiap peserta memiliki bekal yang kuat untuk menjadi agen perubahan di wilayahnya masing-masing. Mari bersama-sama wujudkan lingkungan yang lebih sehat, masyarakat yang lebih produktif, dan masa depan yang lebih cerah dengan memastikan setiap individu memiliki akses penuh terhadap air bersih dan sanitasi yang layak. Bergabunglah dengan Bimtek Pengelolaan Sanitasi: Strategi Unggul Air Bersih 2025 dan jadilah bagian dari solusi nyata bagi tantangan krusial ini! Masa depan sanitasi dan air bersih Indonesia ada di tangan kita.

Bimtek Pengelolaan Sanitasi: Strategi Unggul Air Bersih 2025
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusdiklat LSMAP Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Bimtek Pengelolaan Sanitasi: Strategi Unggul Air Bersih 2025
Metode Bimtek Pengelolaan Sanitasi
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Narasumber dan Instruktur Berpengalaman
Tim pengajar kami terdiri dari akademisi, praktisi, dan konsultan profesional yang memiliki pengalaman selama 35+ tahun tersertifikasi Nasional dan Internasional yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Pengelolaan Sanitasi:
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya Bimtek Pengelolaan Sanitasi
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasiitas Bimtek Pengelolaan Sanitasi
- Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Lokasi Pelaksanaan Bimtek Pengelolaan Sanitasi
- Yogyakarta (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Jakarta (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Bandung (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Bali (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Surabaya (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Malang (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Samarinda (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Balikpapan
- Makassar
- Batam
- Semarang
- Manado
- Jayapura
- Sorong
- Medan
- Dst
Catatan: Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan
Tata Cara Pendaftaran Bimtek Pengelolaan Sanitasi:
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Erik Hp/Wa: 087820921902
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person Bimtek Pelatihan Pengelolaan Sanitasi
- Erik – Hp/Wa: 087820921902
- website : bimtektraining.com

Bimtek Pengelolaan Sanitasi: Strategi Unggul Air Bersih 2025