Bimtek Peningkatan PAD: Strategi Ampuh Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah

Bimtek Peningkatan PAD: Strategi Ampuh Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah

Bimtek Peningkatan PAD: Strategi Ampuh Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah

Bimtek Peningkatan PAD: Strategi Ampuh Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan elemen krusial dalam mencapai tujuan pembangunan daerah. Kemandirian finansial sebuah daerah sangat bergantung pada kapasitasnya dalam menghasilkan PAD, yang pada gilirannya akan menentukan kemampuan daerah dalam menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan. Ini mencakup pelayanan publik (public service function) yang efektif serta pelaksanaan program pembangunan (development function) yang berkelanjutan. Tanpa PAD yang memadai, daerah akan terus bergantung pada transfer dana dari pemerintah pusat, menghambat otonomi dan inisiatif lokal.

Data yang ada menunjukkan bahwa rata-rata PAD provinsi di Indonesia masih berada di angka 37,8% dari total pendapatan daerah masing-masing. Angka ini mengindikasikan ketergantungan yang tinggi pada bantuan pusat untuk membiayai berbagai kewajiban pembangunan dan pemerintahan. Kondisi ini menyoroti urgensi bagi pemerintah daerah untuk secara proaktif merumuskan dan mengimplementasikan strategi yang efektif guna meningkatkan PAD. Ketergantungan yang berkelanjutan dapat membatasi ruang gerak pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan spesifik masyarakatnya dan menghambat inovasi di tingkat lokal.

Salah satu pilar utama Pendapatan Asli Daerah adalah penerimaan dari pajak daerah. Pajak daerah, sebagai kontribusi wajib yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, menjadi instrumen vital bagi pemerintah daerah untuk membiayai program-programnya. Pengelolaan pajak daerah yang transparan dan akuntabel oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) atau Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) sangat esensial. Penerimaan ini tidak memberikan imbalan langsung kepada pembayar, melainkan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat di daerah tersebut.

Mengingat pentingnya hal ini, Bimtek Peningkatan PAD hadir sebagai solusi strategis untuk membekali pemerintah daerah dengan pengetahuan dan keterampilan mutakhir. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, memungkinkan mereka untuk menyusun roadmap peningkatan PAD yang terukur dan inovatif. Dengan strategi dan alat ukur terkini, diharapkan pemerintah daerah mampu menghadapi tantangan keuangan di tahun 2025–2026 dan mencapai keberlanjutan keuangan daerah yang optimal.


Definisi Bimtek Peningkatan PAD

Bimtek Peningkatan PAD dapat didefinisikan sebagai kegiatan bimbingan teknis yang secara khusus dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas aparatur pemerintah daerah dalam mengidentifikasi, merencanakan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi-strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan sebuah platform komprehensif yang mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan studi kasus praktis, memungkinkan peserta untuk mengembangkan pemahaman mendalam tentang dinamika keuangan daerah. Fokus utamanya adalah pada peningkatan kemandirian fiskal daerah.

Lebih lanjut, Bimtek Peningkatan PAD mencakup serangkaian modul pembelajaran yang terstruktur dan relevan dengan kondisi keuangan daerah di Indonesia. Modul-modul ini dirancang untuk memberikan wawasan mendalam tentang berbagai aspek PAD, mulai dari jenis-jenis pendapatan daerah hingga metode perhitungan pajak dan retribusi yang proporsional. Tujuannya adalah untuk membekali peserta dengan kerangka berpikir yang sistematis dalam menganalisis potensi pendapatan, mengidentifikasi celah, dan merumuskan kebijakan yang efektif untuk meningkatkan penerimaan.

Dalam konteks manajemen publik, Bimtek Peningkatan PAD juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Peserta akan diajarkan bagaimana membangun sistem pelaporan yang kredibel, memastikan bahwa setiap rupiah pendapatan yang diterima dan dibelanjakan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat dan mendorong kepatuhan wajib pajak dan retribusi, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan PAD secara berkelanjutan.

Secara esensial, Bimtek Peningkatan PAD adalah investasi strategis dalam sumber daya manusia pemerintah daerah. Dengan meningkatkan kompetensi aparatur di bidang pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah, diharapkan akan tercipta ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan PAD. Program ini menggarisbawahi bahwa peningkatan PAD bukan hanya tentang mengumpulkan uang, tetapi juga tentang membangun sistem yang efisien, transparan, dan berkesinambungan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik di tingkat lokal.


Peran dan Pentingnya Bimtek Peningkatan PAD

  • Meningkatkan Kemandirian Fiskal Daerah: Bimtek Peningkatan PAD berperan sentral dalam membekali aparatur daerah dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah yang selama ini belum tergali maksimal. Dengan kemampuan merancang strategi yang efektif, daerah dapat mengurangi ketergantungan pada transfer dana dari pemerintah pusat, sehingga memiliki fleksibilitas lebih besar dalam membiayai program-program pembangunan dan pelayanan publik sesuai dengan kebutuhan spesifik masyarakatnya. Kemandirian fiskal adalah prasyarat utama untuk otonomi daerah yang substantif dan berkelanjutan.

  • Mengoptimalkan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah: Salah satu fokus utama Bimtek Peningkatan PAD adalah pada peningkatan efisiensi dan efektivitas pemungutan pajak dan retribusi daerah. Peserta akan mempelajari berbagai teknik dan best practice, mulai dari penggunaan teknologi informasi untuk pengawasan hingga strategi sosialisasi yang tepat kepada masyarakat. Pemahaman mendalam tentang ketentuan pajak dan retribusi, serta kemampuan merumuskan kebijakan penetapan besaran yang proporsional, akan sangat membantu dalam memaksimalkan penerimaan dari sektor ini, yang merupakan tulang punggung PAD.

  • Mendorong Diversifikasi Sumber Pendapatan Daerah: Bimtek Peningkatan PAD tidak hanya terpaku pada pajak dan retribusi, tetapi juga mendorong pemerintah daerah untuk mengeksplorasi dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan lain. Ini termasuk optimalisasi hasil pengelolaan aset daerah, pengembangan potensi pariwisata, industri lokal, serta kerja sama strategis dengan sektor swasta. Peserta akan diajarkan cara mengidentifikasi potensi-potensi baru dan merancang mekanisme yang tepat untuk mengkonversinya menjadi PAD, sehingga daerah tidak hanya bergantung pada satu atau dua sumber pendapatan saja.

  • Meningkatkan Kualitas Manajemen Keuangan Daerah: Pengelolaan keuangan daerah yang baik adalah fondasi bagi peningkatan PAD yang berkelanjutan. Bimtek Peningkatan PAD membekali peserta dengan pemahaman tentang perencanaan anggaran yang akurat, pengawasan pengeluaran yang ketat, dan optimalisasi pengelolaan aset daerah. Dengan manajemen keuangan yang kuat, pemerintah daerah dapat memastikan bahwa setiap dana yang terkumpul dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk mendukung prioritas pembangunan, sekaligus mencegah kebocoran atau penyalahgunaan dana.

  • Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan PAD: Aspek akuntabilitas dan transparansi sangat ditekankan dalam Bimtek Peningkatan PAD. Peserta akan memahami pentingnya sistem pelaporan yang jelas dan mekanisme pertanggungjawaban yang kuat. Hal ini tidak hanya penting untuk memenuhi kepatuhan regulasi, tetapi juga untuk membangun kepercayaan publik. Ketika masyarakat melihat bahwa dana yang mereka bayarkan dikelola secara transparan dan digunakan untuk kepentingan bersama, kepatuhan mereka terhadap kewajiban pajak dan retribusi cenderung meningkat, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan PAD.

  • Membentuk Sumber Daya Manusia yang Kompeten: Peran penting Bimtek Peningkatan PAD juga terletak pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah. Dengan memberikan pelatihan yang terstruktur dan relevan, Bimtek ini membantu menciptakan aparatur yang lebih profesional, berpengetahuan luas, dan terampil dalam mengelola aspek-aspek keuangan daerah. SDM yang kompeten adalah aset tak ternilai yang akan mampu mengidentifikasi peluang, mengatasi tantangan, dan secara proaktif merumuskan strategi inovatif untuk meningkatkan PAD daerah secara berkelanjutan.

  • Mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Daerah: Pada akhirnya, Bimtek Peningkatan PAD secara langsung berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan daerah. Dengan PAD yang kuat, daerah memiliki kapasitas finansial untuk membiayai infrastruktur, layanan dasar, program kesehatan, pendidikan, dan inisiatif pembangunan lainnya. Ini memungkinkan pemerintah daerah untuk mewujudkan visi pembangunan yang telah ditetapkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, menunjukkan bahwa peningkatan PAD adalah kunci fundamental bagi kemajuan daerah.

  • Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Anggaran: Dengan peningkatan PAD, daerah memiliki kapasitas untuk membiayai program-programnya sendiri tanpa terlalu banyak mengandalkan dana transfer dari pusat yang seringkali memiliki peruntukan yang ketat. Fleksibilitas ini memungkinkan pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran secara lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan mendesak di lapangan. Bimtek Peningkatan PAD membekali peserta dengan strategi pengelolaan anggaran yang optimal, memastikan setiap rupiah memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.


Materi Bimtek Peningkatan PAD

  • Identifikasi Jenis-Jenis Pendapatan Daerah: Materi ini memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai kategori pendapatan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peserta akan diajarkan untuk membedakan antara PAD, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Pembahasan meliputi sumber-sumber utama PAD seperti pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah. Analisis komprehensif akan dilakukan terhadap potensi masing-masing jenis pendapatan, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhinya dan tantangan dalam pemungutannya, sehingga peserta mampu mengidentifikasi peluang baru.

  • Merumuskan Kebijakan Penataan, Pengelolaan, dan Pemanfaatan PAD: Bagian ini berfokus pada kerangka kebijakan yang diperlukan untuk mengelola PAD secara efektif. Peserta akan mempelajari bagaimana merumuskan kebijakan yang kuat, transparan, dan berkelanjutan untuk penataan struktur pendapatan, pengelolaan penerimaan dan pengeluaran, serta pemanfaatan dana PAD untuk mendukung prioritas pembangunan daerah. Pembahasan juga mencakup aspek hukum dan regulasi yang melandasi perumusan kebijakan ini, memastikan bahwa setiap kebijakan yang dibuat sesuai dengan koridor hukum dan memberikan dampak positif yang maksimal bagi daerah.

  • Strategi Penguatan Kelembagaan dan Manajemen Pengorganisasian SDM BPPKAD/DPPKAD Guna Optimalisasi Pengelolaan Aset BMD dalam Rangka Peningkatan PAD: Materi ini mengupas tuntas pentingnya struktur kelembagaan yang kuat dan sumber daya manusia yang kompeten dalam mengelola aset daerah (BMD) untuk meningkatkan PAD. Peserta akan diajarkan strategi penguatan organisasi BPPKAD/DPPKAD, termasuk pengembangan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pembinaan. Fokusnya adalah bagaimana aset-aset daerah dapat dimanfaatkan secara optimal, misalnya melalui kerjasama dengan pihak ketiga, sewa, atau bentuk pemanfaatan lainnya yang sah, untuk menghasilkan pendapatan baru bagi daerah.

  • Strategi Peningkatan Pajak dan Retribusi Daerah: Ini adalah salah satu inti dari Bimtek Peningkatan PAD. Materi ini membahas berbagai strategi inovatif untuk meningkatkan penerimaan dari pajak dan retribusi daerah. Peserta akan mempelajari teknik-teknik identifikasi objek pajak dan retribusi yang baru, peningkatan kepatuhan wajib pajak melalui sosialisasi dan penegakan hukum yang efektif, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mempermudah proses pemungutan dan pengawasan. Pembahasan juga mencakup analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi potensi pajak dan retribusi di suatu daerah.

  • Manajemen Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah yang Efektif: Melengkapi materi sebelumnya, bagian ini fokus pada praktik manajemen operasional dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah. Peserta akan memahami siklus lengkap pengelolaan, mulai dari pendaftaran, penetapan, pemungutan, hingga penagihan dan penyelesaian sengketa. Penekanan diberikan pada pengembangan sistem manajemen yang efisien, transparan, dan berbasis teknologi untuk meminimalkan kebocoran dan memaksimalkan penerimaan. Studi kasus dan contoh praktik terbaik dari daerah lain akan digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih konkret.

  • Merumuskan Kebijakan Penetapan Perhitungan Besaran Pajak dan Retribusi Daerah yang Proporsional Berdasarkan Ketentuan Pajak dan Jenis Objek Pajak Daerah: Materi ini membekali peserta dengan kemampuan untuk merumuskan kebijakan penetapan tarif dan besaran pajak serta retribusi daerah yang adil dan proporsional. Pembahasan mencakup metode perhitungan yang sesuai dengan karakteristik objek pajak dan retribusi, mempertimbangkan daya dukung ekonomi masyarakat, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penetapan besaran ini tidak memberatkan masyarakat namun tetap optimal dalam meningkatkan PAD.

  • Strategi Alokasi Biaya Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah: Efisiensi dalam pemungutan pajak juga berarti mengelola biaya pemungutan secara bijak. Materi ini membahas bagaimana pemerintah daerah dapat mengalokasikan biaya pemungutan pajak dan retribusi secara strategis untuk mencapai efisiensi tertinggi. Peserta akan mempelajari cara menganalisis biaya-manfaat dari berbagai metode pemungutan, mengidentifikasi area di mana biaya dapat ditekan tanpa mengurangi efektivitas, dan memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk pemungutan memberikan pengembalian yang optimal dalam bentuk PAD yang lebih tinggi.

  • Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah: Bagian akhir dari materi Bimtek Peningkatan PAD ini menekankan pentingnya prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam seluruh proses pengelolaan pajak dan retribusi daerah. Peserta akan diajarkan bagaimana membangun sistem pelaporan yang jelas, mudah diakses oleh publik, dan akuntabel. Pembahasan meliputi mekanisme audit internal dan eksternal, pentingnya publikasi data penerimaan dan penggunaan PAD, serta upaya-upaya untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Hal ini sangat krusial untuk membangun kepercayaan masyarakat dan memastikan keberlanjutan PAD.


Tujuan dan Manfaat Bimtek Peningkatan PAD

  • Meningkatkan Pemahaman dan Kapasitas Aparatur Daerah: Tujuan utama Bimtek Peningkatan PAD adalah untuk membekali aparatur pemerintah daerah, khususnya yang terkait dengan pengelolaan keuangan dan pendapatan, dengan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep, strategi, dan instrumen yang efektif dalam meningkatkan PAD. Ini mencakup pengetahuan tentang regulasi terbaru, tren global, dan praktik terbaik dari daerah lain. Manfaatnya adalah terciptanya sumber daya manusia yang lebih kompeten, profesional, dan mampu berinovasi dalam mengelola pendapatan daerah, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kemandirian fiskal daerah.

  • Merumuskan Strategi Peningkatan PAD yang Terukur dan Inovatif: Tujuan Bimtek Peningkatan PAD adalah untuk memfasilitasi peserta dalam menyusun roadmap peningkatan PAD yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu (SMART). Peserta akan diajarkan metodologi perumusan strategi yang melibatkan analisis potensi, identifikasi tantangan, dan pengembangan solusi kreatif. Manfaatnya adalah pemerintah daerah akan memiliki rencana aksi yang jelas dan terstruktur, bukan hanya sekadar ide, untuk mencapai target PAD yang realistis dan ambisius, serta mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi ekonomi dan regulasi.

  • Mengoptimalkan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah: Tujuan Bimtek Peningkatan PAD selanjutnya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pemungutan pajak dan retribusi daerah. Ini mencakup optimalisasi sistem administrasi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kepatuhan wajib pajak. Manfaatnya adalah peningkatan signifikan dalam penerimaan dari sektor pajak dan retribusi, yang merupakan komponen terbesar dari PAD. Dengan pengelolaan yang lebih baik, kebocoran dapat diminimalkan, dan potensi pendapatan dapat dimaksimalkan, sehingga daerah memiliki lebih banyak sumber daya untuk pembangunan.

  • Mendorong Diversifikasi Sumber Pendapatan Daerah: Tujuan Bimtek Peningkatan PAD adalah untuk membuka wawasan peserta mengenai berbagai sumber pendapatan daerah di luar pajak dan retribusi, seperti optimalisasi aset daerah, pengembangan pariwisata, dan potensi ekonomi lokal lainnya. Manfaatnya adalah daerah tidak lagi bergantung pada satu atau dua sumber pendapatan utama, sehingga lebih resilient terhadap fluktuasi ekonomi. Diversifikasi ini menciptakan pondasi keuangan yang lebih stabil dan berkelanjutan, memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk berinvestasi dalam berbagai sektor.

  • Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi Keuangan Daerah: Tujuan Bimtek Peningkatan PAD adalah untuk menanamkan prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam setiap aspek pengelolaan PAD. Peserta akan memahami pentingnya pelaporan keuangan yang jelas dan mudah diakses publik. Manfaatnya adalah peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Ketika publik percaya bahwa dananya dikelola dengan baik dan transparan, kepatuhan mereka terhadap kewajiban pajak cenderung meningkat, menciptakan lingkaran positif bagi peningkatan PAD yang berkelanjutan dan tata kelola pemerintahan yang baik.

  • Mendukung Keberlanjutan Keuangan Daerah: Tujuan akhir Bimtek Peningkatan PAD adalah untuk memastikan bahwa daerah memiliki kapasitas finansial yang memadai untuk membiayai program-program pembangunan jangka panjang tanpa bergantung pada bantuan eksternal secara berlebihan. Manfaatnya adalah terciptanya stabilitas keuangan daerah yang memungkinkan perencanaan pembangunan yang lebih matang dan implementasi program yang lebih konsisten. Keberlanjutan keuangan ini adalah kunci untuk mencapai tujuan pembangunan daerah secara menyeluruh dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.


Kesimpulan Bimtek Peningkatan PAD

Bimtek Peningkatan PAD adalah sebuah investasi strategis yang krusial bagi pemerintah daerah di Indonesia. Mengingat rata-rata kontribusi PAD yang masih rendah terhadap total pendapatan daerah, serta tingginya ketergantungan pada transfer dari pemerintah pusat, urgensi untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah menjadi semakin nyata. Bimtek ini hadir sebagai solusi komprehensif untuk membekali aparatur daerah dengan pengetahuan, keterampilan, dan strategi terkini dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah. Dengan pemahaman mendalam tentang identifikasi jenis pendapatan, perumusan kebijakan yang efektif, strategi peningkatan pajak dan retribusi, hingga pengelolaan aset dan manajemen keuangan yang akuntabel, pemerintah daerah akan memiliki bekal praktis guna mendukung keberlanjutan keuangan sesuai tantangan 2025–2026.

Peningkatan PAD bukan sekadar angka-angka di atas kertas, melainkan cerminan dari kemandirian dan kapasitas daerah dalam melayani masyarakatnya. Setiap rupiah PAD yang terkumpul secara efisien dan transparan akan diterjemahkan menjadi layanan publik yang lebih baik, infrastruktur yang memadai, serta program-program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat. Oleh karena itu, mengikuti Bimtek Peningkatan PAD adalah langkah proaktif dan esensial bagi setiap pemerintah daerah yang berkomitmen untuk mewujudkan otonomi daerah yang sejati dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan positif ini, siapkan daerah Anda untuk masa depan keuangan yang lebih mandiri dan kuat! Mari bersama-sama membangun daerah yang lebih maju dan berdaya saing melalui Bimtek Peningkatan PAD yang inovatif dan terukur.

Bimtek Peningkatan PAD: Strategi Ampuh Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah

Bimtek Peningkatan PAD: Strategi Ampuh Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusdiklat LSMAP Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Bimtek Peningkatan PAD: Strategi Ampuh Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah

Metode Bimtek Peningkatan PAD

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Narasumber dan Instruktur Berpengalaman

Tim pengajar kami terdiri dari akademisi, praktisi, dan konsultan profesional yang memiliki pengalaman selama 35+ tahun tersertifikasi Nasional dan Internasional yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Peningkatan PAD:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Bimtek Peningkatan PAD

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasiitas Bimtek Peningkatan PAD

  • Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Lokasi Pelaksanaan Bimtek Peningkatan PAD

  • Yogyakarta (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Jakarta (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Bandung (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Bali (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Surabaya (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Malang (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Samarinda (Setiap Minggu Pelaksanaan)
  • Balikpapan
  • Makassar
  • Batam
  • Semarang
  • Manado
  • Jayapura
  • Sorong
  • Medan
  • Dst

Catatan: Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan 

Tata Cara Pendaftaran Bimtek Peningkatan PAD:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Erik Hp/Wa: 087820921902
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person Bimtek Pelatihan Peningkatan PAD

Bimtek Peningkatan PAD: Strategi Ampuh Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah

Bimtek Peningkatan PAD: Strategi Ampuh Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah