Pelatihan Pengawasan dan Pelaporan Efek Samping Obat (E-MESO & Farmakovigilans)

Pelatihan Pengawasan dan Pelaporan Efek Samping Obat (E-MESO & Farmakovigilans)
Pelatihan Pengawasan dan Pelaporan Efek Samping Obat (E-MESO & Farmakovigilans). Dalam sistem pelayanan kesehatan, pengawasan dan pelaporan efek samping obat merupakan aspek penting yang berkontribusi besar terhadap perlindungan pasien. Kegiatan ini mencakup pengumpulan, analisis, serta pelaporan kejadian yang tidak diinginkan setelah penggunaan obat. Untuk mendukung upaya nasional dalam peningkatan keselamatan pasien, Pusdiklat LSMAP menyelenggarakan pelatihan resmi bertema Pelatihan Pengawasan dan Pelaporan Efek Samping Obat (E-MESO & Farmakovigilans).
Urgensi Pengawasan Efek Samping Obat
Farmakovigilans adalah pendekatan ilmiah dan sistematis yang bertujuan memantau dampak negatif dari penggunaan obat. Di Indonesia, sistem E-MESO telah dikembangkan untuk mendukung pelaporan kejadian efek samping secara elektronik. Namun, masih terdapat tantangan besar dalam penerapan sistem ini secara menyeluruh di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pentingnya pelatihan pengawasan dan pelaporan efek samping obat tidak hanya untuk memenuhi tuntutan regulasi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu layanan. Ketidaktahuan atau keterlambatan dalam melaporkan reaksi obat yang merugikan dapat berakibat fatal terhadap keselamatan pasien dan reputasi fasilitas layanan kesehatan.
Tujuan Pelatihan
Pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kesehatan dalam:
Meningkatkan pemahaman tentang prinsip dasar farmakovigilans.
Memberikan keterampilan teknis dalam penggunaan sistem E-MESO secara akurat.
Mendorong pelaporan aktif efek samping obat dari berbagai profesi klinis.
Menjamin keberlanjutan data yang valid sebagai dasar kebijakan kesehatan nasional.
Ruang Lingkup Materi
Peserta akan mempelajari berbagai topik penting yang berkaitan dengan:
Konsep dasar dan perkembangan farmakovigilans global
Prosedur pelaporan efek samping obat secara elektronik melalui sistem E-MESO
Analisis dan dokumentasi kejadian tidak diinginkan pasca konsumsi obat
Strategi penguatan pelaporan di fasilitas layanan primer dan rujukan
Studi kasus nyata terkait reaksi obat yang merugikan
Dengan pendekatan berbasis praktik, pelatihan ini mendorong peserta agar mampu langsung menerapkan apa yang telah dipelajari di lingkungan kerja masing-masing.
Kontribusi terhadap Mutu Layanan
Peningkatan mutu pelayanan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari kualitas dokumentasi dan tindak lanjut terhadap efek samping obat. Melalui pelatihan ini, peserta akan dilatih untuk:
Mengidentifikasi tanda-tanda awal reaksi obat yang merugikan
Mengelola data pelaporan secara terstruktur
Berkoordinasi lintas profesi untuk menyusun strategi respons cepat
Hal ini penting dalam membangun budaya keselamatan pasien yang berbasis pada pelaporan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keterkaitan dengan Regulasi Nasional
Kegiatan pelaporan efek samping obat telah memiliki dasar hukum yang kuat di Indonesia. Beberapa regulasi yang menjadi acuan dalam pelatihan ini antara lain:
Permenkes RI Nomor 30 Tahun 2023 tentang pelaporan efek samping obat dan vaksin
Peraturan BPOM Nomor 1 Tahun 2020 tentang sistem pengawasan keamanan obat
Standar internasional seperti ICH E2E dan pedoman WHO mengenai pelaksanaan farmakovigilans
Keselarasan pelatihan dengan kerangka hukum yang berlaku menjadikannya relevan dan bermanfaat dalam meningkatkan kepatuhan institusi kesehatan terhadap standar nasional.
Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini?
Pelatihan ini sangat penting diikuti oleh:
Dokter, apoteker, dan tenaga kesehatan lain yang terlibat langsung dalam pelayanan obat
Manajer mutu dan pengelola unit keselamatan pasien
Tim dari Komite Farmasi Terapi (KFT) dan tim PPI
Pengelola program kesehatan di instansi pemerintah
Dengan partisipasi lintas profesi, pelatihan ini juga bertujuan membangun kolaborasi efektif dalam sistem farmakovigilans terpadu.
Dampak Jangka Panjang bagi Layanan Kesehatan
Salah satu kata kunci sekunder yang relevan dengan pelatihan ini adalah monitoring keamanan obat, karena pelaporan yang efektif akan memperkuat sistem pemantauan jangka panjang. Selain itu, penguasaan teknologi pelaporan farmasi digital juga menjadi keunggulan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan era digital dalam layanan kesehatan.
Pelatihan ini tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi standar akreditasi rumah sakit, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga farmasi klinis dalam praktik sehari-hari. Hal ini sejalan dengan upaya nasional dalam menjadikan pelayanan obat lebih aman dan berbasis bukti.
Kesimpulan
Pelatihan Pengawasan dan Pelaporan Efek Samping Obat (E-MESO & Farmakovigilans) adalah langkah strategis untuk memperkuat sistem kesehatan berbasis keselamatan pasien. Tenaga kesehatan perlu memahami bahwa pelaporan efek samping bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan profesional dalam memberikan layanan yang aman dan berkualitas.
Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga berkontribusi dalam membangun budaya pelaporan yang berdaya guna dan berkelanjutan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Pelatihan Pengawasan dan Pelaporan Efek Samping Obat (E-MESO & Farmakovigilans)
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusdiklat LSMAP Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Pelatihan Pengawasan dan Pelaporan Efek Samping Obat (E-MESO & Farmakovigilans)
Metode Bimtek
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Narasumber dan Instruktur Berpengalaman
Tim pengajar kami terdiri dari akademisi, praktisi, dan konsultan profesional yang memiliki pengalaman selama 35+ tahun tersertifikasi Nasional dan Internasional yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek:
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya Bimtek
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasiitas Bimtek
- Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Catatan: Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan
Tata Cara Pendaftaran Bimtek:
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Erik Hp/Wa: 087820921902
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person Bimtek Pengawasan dan Pelaporan Efek Samping Obat
- Erik – Hp/Wa: 087820921902
- website : bimtektraining.com

Pelatihan Pengawasan dan Pelaporan Efek Samping Obat (E-MESO & Farmakovigilans)