Pelatihan Farmakologi Klinis Terpadu dan Rasionalisasi Penggunaan Obat (Rational Drug Use)

Pelatihan Farmakologi Klinis Terpadu dan Rasionalisasi Penggunaan Obat (Rational Drug Use)
Pelatihan Farmakologi Klinis Terpadu dan Rasionalisasi Penggunaan Obat (Rational Drug Use). Dalam sistem layanan kesehatan modern, pemahaman yang tepat tentang farmakologi klinis menjadi aspek penting untuk meningkatkan keselamatan pasien. Oleh karena itu, Pelatihan Farmakologi Klinis Terpadu dan Rasionalisasi Penggunaan Obat dari Pusdiklat LSMAP menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam menerapkan terapi obat yang aman, efektif, dan efisien.
Pelatihan ini berfokus pada implementasi prinsip Rational Drug Use (RDU) yang selaras dengan pendekatan evidence-based medicine. Peserta akan memperoleh wawasan serta keterampilan yang dapat langsung diaplikasikan di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing.
Urgensi Pelatihan Farmakologi Klinis
Masih sering dijumpai permasalahan dalam penggunaan obat yang tidak sesuai indikasi, pemberian dosis yang kurang tepat, serta kombinasi obat yang berisiko tinggi. Kondisi tersebut dapat menimbulkan komplikasi terapi, bahkan memperparah kondisi pasien.
Melalui pendekatan terstruktur dan berbasis praktik klinis terkini, pelatihan ini membantu peserta memahami dinamika farmakokinetik dan farmakodinamik, serta bagaimana mengintegrasikan keduanya dalam proses pengambilan keputusan medis yang rasional.
Tujuan Pelatihan
Adapun tujuan dari pelatihan ini meliputi:
Meningkatkan pemahaman tenaga medis terhadap konsep dan penerapan farmakologi klinis.
Mendorong penggunaan obat yang sesuai diagnosis dan kondisi pasien.
Mengurangi risiko medication error dan efek samping obat yang tidak diinginkan.
Menumbuhkan budaya evaluasi terapi berbasis data dan risiko.
Dengan tujuan tersebut, pelatihan ini turut mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan dan keselamatan pasien di berbagai jenjang fasilitas kesehatan.
Sasaran Peserta Pelatihan
Program ini terbuka untuk berbagai kalangan profesional di sektor kesehatan, seperti dokter umum, dokter spesialis, apoteker, tenaga farmasi, serta manajer klinik dan rumah sakit. Pelatihan ini juga relevan bagi akademisi dan pengambil kebijakan di bidang pengelolaan obat dan farmakoterapi nasional.
Tantangan Penggunaan Obat di Lapangan
Permasalahan seperti overprescribing, penggunaan antibiotik secara tidak tepat, serta pemilihan obat yang tidak berdasar pada analisis klinis masih menjadi tantangan di berbagai institusi kesehatan.
Dalam pelatihan ini, peserta akan diajak untuk memahami lebih dalam mengenai rasionalisasi penggunaan obat melalui studi kasus, diskusi klinis, dan analisis terapi individual. Materi disusun untuk memperkuat keterampilan analisis dan pengambilan keputusan terapi yang sesuai protokol.
Ruang Lingkup Materi
Beberapa topik penting yang dibahas dalam pelatihan meliputi:
Dasar dan lanjutan farmakologi klinis
Konsep dan prinsip Rational Drug Use
Penilaian efektivitas dan keamanan obat
Evaluasi terapi multiobat (polifarmasi)
Penguatan sistem pelaporan efek samping obat (pharmacovigilance)
Studi kasus penggunaan obat di berbagai jenis penyakit
Materi ini dirancang agar relevan dengan praktik di rumah sakit, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Manfaat Langsung dari Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
Melakukan perencanaan dan evaluasi pengobatan pasien secara rasional.
Menjadi agen perubahan dalam implementasi kebijakan penggunaan obat yang bijak.
Berkontribusi pada peningkatan keselamatan pasien rumah sakit melalui optimalisasi terapi.
Mengedukasi pasien dan rekan kerja terkait penggunaan obat yang benar dan bertanggung jawab.
Kemampuan ini sangat diperlukan dalam menjawab tantangan mutu pelayanan dan efisiensi pengelolaan sumber daya di sektor kesehatan.
Dukungan terhadap Program Nasional
Program pelatihan ini sejalan dengan kebijakan nasional seperti penguatan manajemen pelayanan farmasi rumah sakit, program GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat), serta reformasi sistem distribusi obat yang berbasis elektronik.
Dengan penguatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan ini, diharapkan terjadi percepatan peningkatan kualitas terapi yang aman dan terukur di seluruh Indonesia.
Kesimpulan
Pelatihan Farmakologi Klinis Terpadu dan Rasionalisasi Penggunaan Obat dari Pusdiklat LSMAP adalah langkah strategis dalam menjawab tantangan sistem pengobatan modern. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali tidak hanya dengan teori, tetapi juga kemampuan praktis dalam mengambil keputusan terapi yang tepat guna dan tepat sasaran.
Dengan semakin banyaknya tenaga kesehatan yang memahami prinsip penggunaan obat yang rasional, maka sistem kesehatan nasional akan semakin kuat dalam menjamin mutu layanan, efisiensi biaya, dan keselamatan pasien di masa depan.

Pelatihan Farmakologi Klinis Terpadu dan Rasionalisasi Penggunaan Obat (Rational Drug Use)
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusdiklat LSMAP Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Pelatihan Farmakologi Klinis Terpadu dan Rasionalisasi Penggunaan Obat (Rational Drug Use)
Metode Bimtek
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Narasumber dan Instruktur Berpengalaman
Tim pengajar kami terdiri dari akademisi, praktisi, dan konsultan profesional yang memiliki pengalaman selama 35+ tahun tersertifikasi Nasional dan Internasional yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek:
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya Bimtek
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasiitas Bimtek
- Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Catatan: Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan
Tata Cara Pendaftaran Bimtek:
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Erik Hp/Wa: 087820921902
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person Bimtek Farmakologi Klinis
- Erik – Hp/Wa: 087820921902
- website : bimtektraining.com

Pelatihan Farmakologi Klinis Terpadu dan Rasionalisasi Penggunaan Obat (Rational Drug Use)