
Bimtek Manajemen Pengelolaan Pasar Tradisional / Rakyat 2025
Bimtek Manajemen Pengelolaan Pasar Tradisional / Rakyat 2025. Pasar tradisional merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan masuknya pasar modern, keberadaan pasar tradisional menghadapi tantangan yang cukup besar. Untuk itu, diperlukan strategi dan langkah-langkah konkret dalam pengelolaannya agar tetap eksis dan berkembang.
Ekonomi kerakyatan menekankan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui usaha kecil dan menengah. Dalam konteks pasar tradisional, hal ini dapat diwujudkan dengan:
Pemberdayaan Pedagang Lokal: Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pedagang agar mereka dapat mengelola usaha dengan lebih profesional.
Peningkatan Akses Modal: Menyediakan akses permodalan yang mudah dan murah bagi pedagang untuk mengembangkan usaha mereka.
Pemasaran Produk Lokal: Membantu pedagang dalam memasarkan produk mereka, baik secara offline maupun online, untuk meningkatkan daya saing.
2. Strategi Pemetaan Potensi dan Perintisan Model Pasar Mandiri Terpadu Berbasis Sumber Daya Lokal
Setiap daerah memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. Untuk itu, perlu dilakukan pemetaan potensi lokal dan mengembangkan model pasar yang:
Berbasis Komoditas Unggulan: Mengembangkan pasar yang fokus pada produk unggulan daerah, seperti hasil pertanian, kerajinan tangan, atau produk lokal lainnya.
Terpadu dan Terorganisir: Menyusun pasar dengan sistem yang terorganisir, mulai dari penataan lokasi, sistem pembayaran, hingga manajemen operasional.
Berorientasi pada Keberlanjutan: Mengutamakan aspek keberlanjutan dalam setiap kegiatan pasar, seperti penggunaan bahan ramah lingkungan dan pengelolaan sampah yang baik.
3. Strategi Alternatif Renovasi dan Rehabilitasi Fisik Pasar Tradisional Berbasis Sosio-Budaya dan Kearifan Lokal
Renovasi pasar tradisional tidak hanya sebatas perbaikan fisik, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek sosial dan budaya masyarakat setempat. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
Pelibatan Masyarakat dalam Proses Renovasi: Melibatkan pedagang dan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan renovasi agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan mereka.
Penghargaan terhadap Nilai Budaya: Mempertahankan dan mengangkat nilai-nilai budaya lokal dalam desain dan operasional pasar.
Peningkatan Fasilitas Umum: Menyediakan fasilitas umum yang memadai, seperti tempat parkir, sanitasi, dan area istirahat, untuk kenyamanan pengunjung.
4. Strategi Inovasi Pola-Pola Manajemen (Pengelolaan) Profesional Pasar Tradisional
Pengelolaan pasar tradisional perlu dilakukan secara profesional agar dapat bersaing dengan pasar modern. Beberapa inovasi yang dapat diterapkan antara lain:
Digitalisasi Sistem Manajemen: Menggunakan teknologi informasi dalam manajemen pasar, seperti sistem informasi pasar dan pembayaran digital.
Pelatihan dan Pengembangan SDM: Memberikan pelatihan kepada pengelola pasar dan pedagang agar memiliki keterampilan dalam manajemen dan pelayanan pelanggan.
Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP): Menyusun dan menerapkan SOP dalam setiap kegiatan pasar untuk memastikan kualitas dan konsistensi pelayanan.
5. Strategi Revitalisasi dan Model Pengembangan Kelembagaan dan Usaha Koperasi Pasar Tradisional
Koperasi dapat menjadi wadah yang efektif dalam pengembangan pasar tradisional. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
Pembentukan Koperasi Pasar: Mendirikan koperasi yang anggotanya terdiri dari pedagang pasar untuk meningkatkan daya tawar dan kesejahteraan anggota.
Penguatan Kelembagaan Koperasi: Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pengurus koperasi agar dapat mengelola koperasi dengan baik.
Diversifikasi Usaha Koperasi: Mengembangkan usaha lain di luar perdagangan, seperti penyediaan fasilitas umum atau jasa keuangan, untuk meningkatkan pendapatan koperasi.
6. Strategi Instalasi Sekolah Pasar sebagai Media Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pelaku Pasar Tradisional
Sekolah Pasar dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM pelaku pasar tradisional. Beberapa program yang dapat diadakan antara lain:
Pelatihan Kewirausahaan: Memberikan pelatihan tentang dasar-dasar kewirausahaan, manajemen usaha, dan pemasaran.
Pendidikan Keuangan: Mengajarkan pengelolaan keuangan pribadi dan usaha agar pelaku pasar dapat mengelola keuangan dengan baik.
Pelatihan Teknologi Informasi: Memberikan keterampilan dalam penggunaan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan usaha.
7. Strategi Instalasi Bursa Koperasi sebagai Media Pengembangan Jaringan (Interkoneksi) Antar Pasar Tradisional Berbasis Teknologi Informasi
Bursa Koperasi dapat menjadi platform untuk memperkuat jaringan antar pasar tradisional. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
Penyediaan Platform Digital: Membangun platform digital yang memungkinkan koperasi pasar untuk saling berinteraksi, berbagi informasi, dan melakukan transaksi.
Penyelenggaraan Forum dan Workshop: Mengadakan forum dan workshop secara berkala untuk membahas isu-isu terkini dan mencari solusi bersama.
Peningkatan Kapasitas dan kompetensi para pelaku pasar tradisional, baik pedagang, pengelola, maupun pihak-pihak terkait lainnya: Strategi ini menjadi sangat penting untuk mendukung transformasi pasar tradisional menjadi lebih modern namun tetap mempertahankan identitas lokalnya.
Program Sekolah Pasar dapat mencakup:
Pelatihan Kewirausahaan
Memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam manajemen usaha, strategi pemasaran, pencatatan keuangan, dan pengelolaan stok barang.
Pendidikan Literasi Digital
Menyasar peningkatan kemampuan pedagang dalam menggunakan teknologi informasi seperti aplikasi pembayaran digital, media sosial untuk promosi, dan marketplace untuk menjual produk secara daring.
Pendidikan Etika Bisnis dan Layanan Konsumen
Menumbuhkan budaya pelayanan yang baik kepada pelanggan, menjaga integritas, dan menciptakan suasana pasar yang nyaman, bersih, dan tertib.
Kerjasama dengan Perguruan Tinggi atau Lembaga Pelatihan
Menggandeng institusi pendidikan untuk merancang kurikulum dan modul pelatihan berbasis kebutuhan nyata di pasar tradisional.
7. Strategi Instalasi Bursa Koperasi sebagai Media Pengembangan Jaringan Antar Pasar Tradisional Berbasis Teknologi Informasi
Salah satu tantangan besar pasar tradisional adalah keterbatasan dalam jaringan distribusi dan informasi pasar. Oleh karena itu, perlu dibentuk Bursa Koperasi yang memanfaatkan teknologi informasi sebagai wadah kolaborasi dan pertukaran komoditas antar pasar.
Fungsi utama Bursa Koperasi ini antara lain:
Penghubung Pasokan dan Permintaan
Menjadi platform digital untuk mempertemukan kebutuhan antar pasar tradisional, seperti kebutuhan sayur dari pasar A yang bisa dipasok dari pasar B.
Pusat Data Komoditas
Menyediakan informasi harga komoditas secara real-time sehingga pedagang dapat membuat keputusan bisnis yang lebih tepat.
Peningkatan Skala Ekonomi Koperasi
Dengan jaringan yang luas, koperasi bisa mendapatkan harga beli barang yang lebih murah karena pembelian dalam skala besar.
Penyediaan Fitur Logistik
Mengembangkan sistem logistik bersama antar koperasi pasar untuk mempermudah distribusi barang.
8. Kunjungan Lapangan ke Pasar Tradisional
Sebagai bagian dari Bimtek Manajemen Pengelolaan Pasar Tradisional / Rakyat 2025, kegiatan kunjungan lapangan menjadi strategi penting dalam memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Melalui kunjungan ini, peserta dapat:
Mengidentifikasi praktik terbaik (best practices) yang bisa direplikasi di pasar lain.
Melihat langsung inovasi pengelolaan pasar, baik dari aspek fisik, manajemen, maupun teknologi.
Berinteraksi dengan pedagang dan pengelola pasar, memahami tantangan nyata yang mereka hadapi dan solusi yang telah diterapkan.
Menggali potensi pengembangan pasar berbasis lokalitas dan karakteristik sosial-budaya masyarakat setempat.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi dalam pengambilan kebijakan dan program di daerah masing-masing.
Kesimpulan
Pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan pusat ekonomi rakyat, ruang interaksi sosial, dan simbol budaya lokal yang kaya. Oleh karena itu, Bimtek Manajemen Pengelolaan Pasar Tradisional / Rakyat 2025 hadir sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga eksistensinya di tengah arus modernisasi.
Melalui strategi yang komprehensif dan berbasis pada potensi lokal, pasar tradisional dapat ditransformasikan menjadi entitas yang mandiri, profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi, tanpa kehilangan jati dirinya.
Langkah-langkah strategis mulai dari pemberdayaan pedagang, penguatan koperasi, instalasi sekolah pasar, hingga penggunaan teknologi dalam jaringan distribusi, harus didukung oleh semua pihak: pemerintah, masyarakat, dan swasta.
Dengan sinergi yang kuat, bukan tidak mungkin pasar tradisional akan kembali menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Bimtek Manajemen Pengelolaan Pasar Tradisional / Rakyat 2025
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusdiklat LSMAP Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Bimtek Manajemen Pengelolaan Pasar Tradisional / Rakyat 2025
Metode Bimtek Manajemen Pengelolaan Pasar
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Manajemen Pengelolaan Pasar:
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya Bimtek Manajemen Pengelolaan Pasar
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasiitas Bimtek Manajemen Pengelolaan Pasar
- Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Tata Cara Pendaftaran Bimtek Manajemen Pengelolaan Pasar:
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Erik Hp/Wa: 087820921902
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person Bimtek Pelatihan Manajemen Pengelolaan Pasar

Bimtek Manajemen Pengelolaan Pasar Tradisional / Rakyat 2025