Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah 2025: Strategi Unggul Tingkatkan Daya Tarik Wisata

Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah 2025: Strategi Unggul Tingkatkan Daya Tarik Wisata

Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah 2025: Strategi Unggul Tingkatkan Daya Tarik Wisata

Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah 2025: Strategi Unggul Tingkatkan Daya Tarik Wisata. Dalam era globalisasi yang semakin kompetitif, pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah dan nasional. Berdasarkan laporan World Economic Forum tahun 2022 dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI), Indonesia berada pada peringkat ke-32 dari 117 negara di dunia. Meskipun Indonesia unggul dalam aspek keanekaragaman budaya dan sumber daya alam, terdapat kelemahan signifikan pada aspek infrastruktur, fasilitas, dan keberlanjutan lingkungan. Oleh sebab itu, pengembangan pariwisata yang terencana, terstruktur, dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mutlak.

Pentingnya Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah

Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPARD) merupakan instrumen strategis yang menjadi panduan utama dalam pembangunan sektor pariwisata di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. RIPPARD berfungsi sebagai dokumen induk yang mengarahkan seluruh program, kebijakan, dan investasi pariwisata sehingga pengembangan destinasi wisata dapat berjalan secara terpadu dan terarah.

Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan menegaskan bahwa pembangunan kepariwisataan fokus pada empat substansi utama, yakni industri pariwisata, destinasi pariwisata, pemasaran, dan kelembagaan kepariwisataan. Sebagai tindak lanjut, Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 mengamanatkan penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) sebagai fondasi strategi nasional. Di tingkat daerah, rencana induk pengembangan kepariwisataan disusun untuk mengakomodasi karakteristik dan potensi lokal secara optimal.

Tujuan dan Manfaat Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah

Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Pariwisata Daerah 2025 bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan dalam merancang dan mengimplementasikan strategi pembangunan pariwisata yang efektif, efisien, dan berkelanjutan. Melalui bimtek ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami kebijakan dan regulasi terkini terkait pengembangan pariwisata;

  • Mengidentifikasi dan mengembangkan potensi daya tarik wisata unggulan di daerahnya;

  • Merancang rencana induk pembangunan pariwisata yang komprehensif dan aplikatif;

  • Meningkatkan aksesibilitas dan fasilitas penunjang pariwisata;

  • Mengelola sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan pariwisata yang profesional;

  • Mengimplementasikan pengelolaan jasa lingkungan dan keberlanjutan pariwisata;

  • Menyusun strategi pemasaran pariwisata yang tepat sasaran dan berdaya saing.

Materi Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah 2025

1. Kebijakan Pengembangan Kepariwisataan

Materi ini membahas landasan hukum dan kebijakan strategis yang mengatur pengembangan pariwisata di Indonesia. Pemahaman mendalam terhadap Undang-Undang No.10 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 sangat penting agar setiap kebijakan dan program pembangunan kepariwisataan dapat berjalan sesuai regulasi yang berlaku dan berkontribusi pada pembangunan nasional.

2. Pengertian Rencana Induk Pengembangan Pariwisata

Rencana Induk merupakan dokumen perencanaan jangka panjang yang berisi visi, misi, sasaran, program, serta prioritas pembangunan pariwisata. Peserta akan diajarkan bagaimana menyusun rencana induk secara sistematis mulai dari analisis potensi wisata, identifikasi kendala, hingga strategi implementasi yang adaptif terhadap dinamika pasar dan perkembangan teknologi.

3. Penetapan Kawasan Pengembangan Pariwisata

Pemetaan dan penetapan kawasan wisata unggulan menjadi kunci dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Materi ini menitikberatkan pada metode identifikasi potensi alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik, serta cara menetapkan kawasan dengan mempertimbangkan aspek konservasi lingkungan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

4. Pengidentifikasian Potensi Daya Tarik Wisata

Pendalaman terhadap potensi wisata alam, budaya, dan buatan manusia sangat krusial. Melalui pendekatan komprehensif, peserta akan mempelajari teknik pengumpulan data, analisis daya tarik wisata, hingga pengembangan produk wisata yang mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

5. Pengembangan Jaringan dan Objek Daya Tarik Wisata

Pengembangan tidak hanya terbatas pada destinasi utama, melainkan juga objek wisata pendukung dan jaringan fasilitas wisata. Materi ini akan mengajarkan cara membangun konektivitas antar objek wisata, memperkuat branding destinasi, dan meningkatkan pengalaman wisatawan secara menyeluruh.

6. Pengembangan Aksesibilitas dan Fasilitas Penunjang

Infrastruktur dan fasilitas pendukung pariwisata, seperti transportasi, akomodasi, serta sarana rekreasi, sangat menentukan kenyamanan pengunjung. Bimtek akan membahas strategi pengembangan aksesibilitas yang efektif dan optimal untuk mendukung mobilitas wisatawan serta peningkatan kualitas fasilitas yang ramah lingkungan.

7. Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Kepariwisataan

SDM yang kompeten dan kelembagaan yang kuat merupakan fondasi keberhasilan pembangunan pariwisata. Materi ini mengedepankan peningkatan kapasitas tenaga kerja, pelatihan profesional, serta pembentukan kelembagaan yang sinergis antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

8. Pengelolaan Jasa Lingkungan Kepariwisataan

Konsep pariwisata berkelanjutan menuntut pengelolaan lingkungan yang baik dan bertanggung jawab. Peserta akan mempelajari teknik mitigasi dampak lingkungan, pengelolaan sampah, konservasi sumber daya alam, dan pelaksanaan ekowisata sebagai upaya menjaga kelestarian alam sambil mengoptimalkan manfaat ekonomi.

9. Strategi Pengembangan Kawasan dan Pasar Pariwisata

Strategi pemasaran yang tepat sasaran menjadi elemen penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Peserta akan diajarkan cara menyusun strategi pemasaran berbasis digital, kolaborasi dengan pelaku usaha, serta pemanfaatan media sosial dan teknologi informasi untuk memperluas jangkauan promosi destinasi wisata.

10. Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata

Sebagai puncak materi, peserta akan difasilitasi untuk menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Pendekatan partisipatif dan berbasis data menjadi metode utama dalam menyusun rencana induk yang aplikatif, terukur, dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Pengembangan pariwisata daerah yang efektif membutuhkan perencanaan matang dan pelaksanaan yang terpadu. Bimbingan Teknis Pengembangan Pariwisata Daerah 2025 hadir sebagai sarana penting untuk mengakselerasi peningkatan kapasitas para pemangku kepentingan di daerah. Melalui bimtek ini, diharapkan sektor pariwisata Indonesia tidak hanya mampu meningkatkan daya tarik wisata secara signifikan, tetapi juga mampu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Dengan pengelolaan yang baik dan strategi pemasaran yang inovatif, pariwisata Indonesia dapat semakin kompetitif di kancah global, memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional, sekaligus melestarikan kekayaan budaya dan alam yang menjadi identitas bangsa.

Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah 2025: Strategi Unggul Tingkatkan Daya Tarik Wisata

Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah 2025: Strategi Unggul Tingkatkan Daya Tarik Wisata

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusdiklat LSMAP Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah 2025: Strategi Unggul Tingkatkan Daya Tarik Wisata

Metode Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasiitas Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah

  • Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

 Tata Cara Pendaftaran Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Erik Hp/Wa: 087820921902
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person Bimtek Pelatihan Pengembangan Pariwisata Daerah

Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah 2025: Strategi Unggul Tingkatkan Daya Tarik Wisata

Bimtek Pengembangan Pariwisata Daerah 2025: Strategi Unggul Tingkatkan Daya Tarik Wisata