Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional

Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional

Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional

Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional. Dalam lanskap organisasi modern yang semakin kompleks, kemampuan untuk merumuskan dan mengimplementasikan Memorandum of Understanding (MOU) yang efektif menjadi krusial. MOU, sebagai dokumen legal yang bersifat non-binding namun strategis, berfungsi sebagai fondasi bagi berbagai bentuk kerja sama, baik antarinstansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun entitas swasta. Dokumen ini menggambarkan kesepahaman awal para pihak mengenai tujuan, ruang lingkup, dan komitmen dasar sebelum melangkah ke perjanjian yang lebih mengikat secara hukum. Keberhasilan suatu kolaborasi seringkali bergantung pada kejelasan dan kelengkapan MOU yang telah disepakati.

Pentingnya MOU tidak hanya terletak pada fungsinya sebagai penanda dimulainya sebuah kemitraan, tetapi juga sebagai alat untuk meminimalkan risiko kesalahpahaman di kemudian hari. Tanpa kejelasan yang memadai dalam sebuah MOU, potensi konflik, penundaan proyek, atau bahkan kegagalan total dalam mencapai tujuan bersama dapat meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, penyusunan MOU memerlukan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip hukum, strategi negosiasi, dan kemampuan untuk mengartikulasikan maksud dan tujuan dengan presisi.

Melihat urgensi tersebut, Pusdiklat LSMAP hadir sebagai lembaga terkemuka yang berdedikasi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di berbagai sektor. Kami memahami bahwa banyak organisasi masih menghadapi tantangan dalam menyusun MOU yang tidak hanya sah secara hukum tetapi juga operasional dan implementatif. Kekurangan pemahaman mengenai struktur MOU yang tepat, bahasa hukum yang akurat, serta proses penyusunan yang sistematis seringkali menjadi kendala utama. Pelatihan yang komprehensif diperlukan untuk mengatasi kesenjangan kompetensi ini.

Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis yang diselenggarakan oleh Pusdiklat LSMAP dirancang secara khusus untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Kami akan memandu Anda melalui setiap tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan, negosiasi poin-poin kunci, hingga finalisasi dokumen yang mencerminkan kesepahaman bersama secara akurat. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mampu menyusun MOU yang kuat, jelas, dan mampu menopang berbagai inisiatif kerja sama secara efektif, serta meningkatkan profesionalisme dalam setiap aspek pekerjaan mereka.


Definisi Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis

Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis adalah program komprehensif yang dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan esensial dalam merancang, menegosiasikan, dan menyusun Memorandum of Understanding (MOU). Program ini fokus pada aspek-aspek kunci yang memastikan bahwa setiap MOU tidak hanya memenuhi standar hukum yang berlaku, tetapi juga berfungsi sebagai alat yang efektif dan praktis dalam memfasilitasi kerja sama antarpihak. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan dokumen kesepahaman yang jelas, terstruktur, dan dapat diimplementasikan dengan baik, sehingga mengurangi potensi masalah di kemudian hari.

MOU, atau Nota Kesepahaman, adalah dokumen formal namun tidak mengikat secara hukum, yang merekam kesepahaman awal antara dua pihak atau lebih terkait niat mereka untuk bekerja sama dalam suatu proyek atau inisiatif tertentu. Meskipun tidak sekuat kontrak, MOU menjadi landasan penting yang mendefinisikan ruang lingkup, tujuan, tanggung jawab awal, dan parameter kerja sama sebelum masuk ke tahap perjanjian yang lebih rinci dan mengikat. Pentingnya pelatihan ini terletak pada pemahaman mendalam tentang nuansa dan implikasi dari setiap klausul yang tercantum dalam dokumen ini.

Dalam konteks pelatihan ini, “efektif” merujuk pada kemampuan MOU untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh para pihak, yaitu menciptakan landasan yang kuat untuk kerja sama tanpa menimbulkan ambiguitas atau konflik di masa depan. Sebuah MOU yang efektif harus mampu merefleksikan kesepahaman bersama dengan tepat, mengidentifikasi peran dan tanggung jawab secara jelas, serta menetapkan mekanisme penyelesaian masalah jika terjadi perselisihan. Ini melibatkan pemilihan bahasa yang presisi dan struktur yang logis untuk memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai komitmen yang akan diambil.

Sementara itu, “praktis” berarti bahwa materi Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis disajikan dengan pendekatan yang aplikatif, relevan dengan kebutuhan riil organisasi, dan mudah diimplementasikan dalam praktik sehari-hari. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori hukum semata, melainkan juga pada studi kasus, simulasi, dan lokakarya yang memungkinkan peserta menerapkan pengetahuan mereka secara langsung. Tujuannya adalah agar peserta dapat menyusun MOU dengan percaya diri dan efisien, menghindari kerumitan yang tidak perlu, dan memastikan dokumen tersebut dapat digunakan sebagai panduan operasional yang solid.


Peran dan Pentingnya Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis

Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis memegang peranan krusial dalam berbagai aspek operasional dan strategis sebuah organisasi. Kemampuan menyusun MOU yang baik adalah aset tak ternilai yang dapat meminimalkan risiko, memperkuat kemitraan, dan memastikan keberhasilan proyek. Berikut adalah beberapa peran dan pentingnya Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis:

  • Meminimalisir Risiko Kesalahpahaman dan Konflik: Salah satu peran utama Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis adalah membekali peserta dengan kemampuan untuk merumuskan klausul yang jelas dan tidak ambigu. Kesalahpahaman seringkali timbul dari bahasa yang tidak presisi atau definisi yang kurang spesifik dalam sebuah dokumen. Dengan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana menyusun setiap bagian MOU, peserta akan mampu mengidentifikasi potensi area konflik dan menyusun kesepahaman yang meminimalisir interpretasi ganda. Ini sangat penting untuk menjaga hubungan baik antarpihak yang bekerja sama dan menghindari perselisihan hukum yang mahal di kemudian hari.
  • Meningkatkan Efisiensi dan Akuntabilitas Kerja Sama: MOU yang disusun secara efektif akan secara jelas mendefinisikan ruang lingkup proyek, peran dan tanggung jawab masing-masing pihak, serta jadwal pelaksanaan. Pelatihan ini mengajarkan cara mengartikulasikan semua elemen ini dengan detail, sehingga setiap pihak mengetahui dengan pasti apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana kontribusi mereka akan diukur. Ini secara langsung meningkatkan efisiensi operasional karena semua pihak memiliki panduan yang jelas, serta memperkuat akuntabilitas karena komitmen yang disepakati tercatat secara formal, meskipun non-binding.
  • Membangun Kemitraan yang Kuat dan Berkelanjutan: MOU merupakan langkah awal dalam membangun hubungan kerja sama. Dengan menyusun MOU yang adil dan transparan, kedua belah pihak akan merasa dihormati dan dipahami, yang merupakan fondasi penting untuk kemitraan yang kuat. Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis membantu peserta mengembangkan keterampilan negosiasi yang dibutuhkan untuk mencapai kesepahaman yang saling menguntungkan, bukan hanya bagi satu pihak. Kemitraan yang solid dan didasari oleh kesepahaman yang jelas cenderung lebih berkelanjutan dalam jangka panjang, sehingga membuka peluang kolaborasi di masa depan.
  • Meningkatkan Kredibilitas dan Profesionalisme Organisasi: Organisasi yang mampu menyusun MOU secara profesional menunjukkan komitmen terhadap standar tata kelola yang tinggi. Dokumen yang terstruktur dengan baik, bahasa yang tepat, dan pemahaman yang mendalam tentang implikasi hukum akan meningkatkan kredibilitas organisasi di mata mitra, investor, dan pemangku kepentingan lainnya. Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis membekali peserta dengan standar praktik terbaik dalam penyusunan dokumen, sehingga organisasi dapat tampil lebih profesional dalam setiap interaksi dan negosiasi.
  • Mendukung Pengambilan Keputusan Strategis: MOU, meskipun tidak mengikat secara hukum, seringkali menjadi dasar bagi keputusan strategis yang lebih besar, seperti investasi atau pengembangan proyek. Pelatihan ini membantu peserta memahami bagaimana MOU dapat digunakan sebagai alat untuk memandu keputusan-keputusan tersebut, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan tujuan yang telah disepakati. Dengan kemampuan untuk menganalisis dan menyusun MOU secara komprehensif, peserta dapat memberikan masukan yang lebih baik dalam proses pengambilan keputusan, meminimalkan risiko dan memaksimalkan peluang.

Materi Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis

Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis oleh Pusdiklat LSMAP dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh dan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam setiap tahapan penyusunan MOU. Materi Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis disajikan secara sistematis, mencakup aspek teoritis dan praktis, sehingga peserta dapat mengaplikasikannya secara langsung.

  • Dasar Hukum dan Konsep MOU: Bagian ini akan mengupas tuntas landasan hukum yang mendasari keberadaan MOU, membedakannya dari perjanjian atau kontrak yang mengikat secara hukum. Peserta akan memahami karakteristik utama MOU, termasuk sifat non-binding, tujuan, serta implikasinya dalam konteks hukum Indonesia. Materi ini juga akan membahas berbagai jenis MOU yang lazim digunakan, seperti MOU kerja sama, MOU penelitian, atau MOU proyek, beserta contoh-contoh relevannya. Pemahaman konsep ini sangat penting agar peserta dapat menentukan kapan MOU menjadi instrumen yang tepat dan bagaimana posisinya dalam hierarki dokumen legal.
  • Struktur dan Komponen MOU yang Efektif: Sesi ini berfokus pada anatomi MOU yang baik. Peserta akan diajarkan tentang struktur baku sebuah MOU, mulai dari judul, pembukaan, latar belakang, tujuan, ruang lingkup, hak dan kewajiban masing-masing pihak, hingga klausul-klausul standar seperti jangka waktu, penyelesaian sengketa, perubahan, dan penutup. Setiap komponen akan dibedah secara mendalam, termasuk bahasa yang tepat untuk setiap bagian, dan pentingnya konsistensi serta koherensi antarbagian. Pemahaman terhadap struktur ini memungkinkan peserta menyusun MOU yang lengkap dan logis.
  • Identifikasi Kebutuhan dan Pemangku Kepentingan: Sebelum menyusun MOU, penting untuk melakukan analisis komprehensif terhadap kebutuhan semua pihak yang terlibat. Materi ini membimbing peserta dalam mengidentifikasi tujuan spesifik kerja sama, sumber daya yang akan dialokasikan, serta harapan dari setiap pemangku kepentingan. Pembahasan juga mencakup teknik wawancara atau diskusi untuk menggali informasi yang relevan, serta cara memetakan kepentingan yang berbeda guna mencapai kesepahaman yang saling menguntungkan. Tahap ini sangat krusial untuk memastikan bahwa MOU yang disusun benar-benar relevan dan sesuai dengan kebutuhan riil.
  • Teknik Negosiasi dan Drafting Klausul MOU: Ini adalah inti praktis dari pelatihan. Peserta akan belajar berbagai teknik negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang optimal, termasuk strategi untuk mengatasi perbedaan pendapat dan mencari solusi win-win. Materi ini juga mencakup praktik drafting klausul-klausul penting dalam MOU, seperti klausul kerahasiaan, hak kekayaan intelektual, dan mekanisme pelaporan. Peserta akan berlatih menggunakan bahasa yang jelas, lugas, dan tidak ambigu, serta menghindari penggunaan jargon yang tidak perlu, sehingga setiap klausul dapat dipahami dengan baik oleh semua pihak.
  • Studi Kasus dan Simulasi Penyusunan MOU: Untuk memperkuat pemahaman teoritis, sesi ini akan melibatkan analisis studi kasus dari berbagai sektor industri. Peserta akan diajak untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari MOU yang sudah ada, serta mendiskusikan strategi penyempurnaannya. Selain itu, akan diadakan simulasi penyusunan MOU di mana peserta secara berkelompok akan ditantang untuk menyusun MOU berdasarkan skenario nyata. Sesi interaktif ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk menerapkan semua pengetahuan yang telah diperoleh dalam lingkungan yang terkontrol dan mendapatkan umpan balik langsung dari instruktur.
  • Penyelesaian Sengketa dan Mekanisme Perubahan MOU: Bagian terakhir dari Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis membahas pentingnya menyertakan klausul penyelesaian sengketa dalam MOU, meskipun dokumen ini bersifat non-binding. Peserta akan mempelajari berbagai metode penyelesaian sengketa, seperti mediasi, negosiasi, atau arbitrase, dan bagaimana merumuskannya dalam MOU. Selain itu, materi ini juga akan menjelaskan prosedur formal untuk melakukan perubahan atau adendum terhadap MOU yang telah disepakati, memastikan bahwa setiap modifikasi dilakukan secara transparan dan disetujui oleh semua pihak yang terlibat, sehingga dokumen tetap relevan seiring waktu.

Tujuan dan Manfaat Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis

Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis diselenggarakan dengan tujuan mulia untuk meningkatkan kapasitas individu dan organisasi dalam mengelola kerja sama. Pelatihan ini bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga pengembangan keterampilan yang memiliki dampak signifikan bagi para peserta dan institusi tempat mereka bernaung.

Tujuan Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis

  • Meningkatkan Pemahaman Konseptual dan Hukum: Tujuan utama Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis adalah membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang konsep MOU, termasuk perbedaan mendasar antara MOU dan kontrak, serta implikasi hukum dari setiap klausul yang terkandung di dalamnya. Peserta diharapkan mampu mengidentifikasi kapan dan bagaimana MOU dapat digunakan secara efektif sebagai instrumen legal yang tidak mengikat namun strategis, serta memahami batasan dan potensinya. Pemahaman ini sangat krusial untuk menghindari kekeliruan interpretasi dan memastikan keselarasan dengan regulasi yang berlaku.
  • Mengembangkan Keterampilan Praktis Penyusunan Dokumen: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam merancang dan menulis MOU yang jelas, ringkas, dan komprehensif. Peserta akan diajarkan cara menyusun setiap bagian MOU, mulai dari latar belakang, tujuan, ruang lingkup, hingga klausul-klausul standar seperti jangka waktu, penyelesaian sengketa, dan amandemen. Fokus diberikan pada penggunaan bahasa yang tepat, penentuan definisi yang akurat, serta penyusunan alur yang logis agar dokumen dapat dipahami dengan mudah oleh semua pihak yang terlibat.
  • Meningkatkan Kompetensi Negosiasi dan Komunikasi: Tujuan Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis selanjutnya adalah membekali peserta dengan kemampuan negosiasi yang efektif untuk mencapai kesepahaman yang saling menguntungkan. Peserta akan belajar bagaimana mengidentifikasi kepentingan masing-masing pihak, mengelola perbedaan pandangan, dan menemukan titik temu yang konstruktif. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi verbal dan non-verbal, yang sangat penting dalam menyampaikan maksud dan tujuan secara persuasif serta membangun kepercayaan dengan mitra kerja sama.
  • Mengoptimalkan Pengelolaan Risiko dan Konflik: Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan menganalisis potensi risiko yang mungkin timbul dari suatu kerja sama dan bagaimana merumuskannya dalam MOU untuk meminimalisir dampak negatif. Peserta akan diajarkan cara menyertakan klausul mitigasi risiko dan mekanisme penyelesaian sengketa yang jelas dan adil. Dengan demikian, peserta dapat menyusun MOU yang tidak hanya memfasilitasi kerja sama, tetapi juga melindungi kepentingan organisasi dari potensi perselisihan atau kerugian di masa depan, menjaga stabilitas kemitraan.

Manfaat Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis

  • Meningkatnya Efisiensi dan Produktivitas Kerja Sama: Manfaat utama dari Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis adalah peningkatan yang signifikan dalam efisiensi pelaksanaan kerja sama. Dengan MOU yang jelas dan terstruktur, setiap pihak akan memahami peran, tanggung jawab, dan ekspektasi secara akurat, sehingga mengurangi waktu yang terbuang untuk klarifikasi dan koreksi. Hal ini secara langsung akan meningkatkan produktivitas proyek atau inisiatif yang sedang berjalan, karena semua sumber daya dapat difokuskan pada pencapaian tujuan bersama tanpa hambatan yang tidak perlu.
  • Terciptanya Kemitraan yang Harmonis dan Berkelanjutan: Pelatihan ini memberikan landasan yang kuat untuk membangun kemitraan yang didasari oleh kesepahaman dan kepercayaan. Dengan kemampuan menyusun MOU yang adil dan transparan, potensi konflik dapat diminimalisir, dan hubungan antarpihak menjadi lebih harmonis. Kemitraan yang solid tidak hanya akan bertahan dalam jangka pendek, tetapi juga berpotensi untuk berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang yang saling menguntungkan, membuka pintu bagi proyek-proyek inovatif di masa depan dan memperkuat jaringan organisasi.
  • Penguatan Reputasi dan Kredibilitas Organisasi: Organisasi yang mampu menyusun MOU secara profesional menunjukkan komitmen terhadap standar tata kelola yang tinggi dan kemampuan manajerial yang mumpuni. Dokumen yang terstruktur rapi, bahasa yang presisi, dan proses negosiasi yang efektif akan meningkatkan citra organisasi di mata mitra, investor, dan masyarakat umum. Pelatihan ini secara tidak langsung berkontribusi pada penguatan reputasi dan kredibilitas organisasi, menempatkannya sebagai entitas yang terpercaya dan berkompeten dalam menjalin dan mengelola kerja sama.
  • Peningkatan Kemampuan Adaptasi dan Inovasi: Dengan pemahaman yang mendalam tentang fleksibilitas MOU sebagai instrumen non-binding, peserta akan lebih adaptif dalam merancang kerangka kerja sama yang inovatif. Mereka akan mampu menyesuaikan MOU dengan kebutuhan unik setiap proyek, memungkinkan eksperimen dan pendekatan baru tanpa terbebani oleh batasan kontrak yang terlalu kaku. Manfaat ini mendorong inovasi dalam model kerja sama dan memungkinkan organisasi untuk lebih responsif terhadap perubahan lingkungan serta peluang baru yang muncul.

Kesimpulan Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis

Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis yang diselenggarakan oleh Pusdiklat LSMAP merupakan investasi krusial bagi setiap individu dan organisasi yang berambisi untuk mengoptimalkan kerja sama dan meminimalkan risiko. Pentingnya pelatihan ini tidak dapat dilebih-lebihkan, mengingat peran sentral Memorandum of Understanding (MOU) sebagai fondasi bagi berbagai bentuk kemitraan strategis. Dengan pemahaman yang komprehensif tentang struktur, komponen, dan teknik penyusunan MOU yang efektif dan praktis, peserta akan mampu menciptakan dokumen yang tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga operasional, jelas, dan mampu memfasilitasi tujuan bersama secara maksimal. Kemampuan ini akan secara langsung meningkatkan efisiensi kerja, memperkuat kredibilitas, dan membangun kemitraan yang berkelanjutan.

Kami memahami bahwa di era kolaborasi yang intens ini, kemampuan menyusun MOU yang presisi adalah keahlian yang tak terpisahkan dari profesionalisme. Oleh karena itu, Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis ini dirancang untuk memberikan dampak nyata, membekali Anda dengan pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis melalui studi kasus dan simulasi yang relevan. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk meningkatkan kompetensi Anda dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi keberhasilan organisasi Anda dalam menjalin kerja sama yang strategis. Jadikan diri Anda agen perubahan yang mampu merumuskan kesepahaman yang kuat dan berdampak positif.

Segera daftarkan diri Anda atau perwakilan dari organisasi Anda dalam Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis di Pusdiklat LSMAP. Tingkatkan profesionalisme Anda, optimalkan proses kerja sama organisasi, dan raih keberhasilan yang lebih besar dalam setiap inisiatif kemitraan. Jangan biarkan potensi kesalahpahaman menghambat kemajuan Anda; berinvestasi dalam pengetahuan adalah langkah pertama menuju kolaborasi yang efektif dan tanpa hambatan. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan pendaftaran pelatihan ini.

Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional

Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusdiklat LSMAP Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional

Metode Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Narasumber dan Instruktur Berpengalaman

Tim pengajar kami terdiri dari akademisi, praktisi, dan konsultan profesional yang memiliki pengalaman selama 35+ tahun tersertifikasi Nasional dan Internasional yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pilihan Kelas Pelaksanaan Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasiitas Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional

  • Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Catatan: Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan 

Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Erik Hp/Wa: 087820921902
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person Bimtek Training Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional

Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional

Pelatihan Penyusunan MOU Efektif dan Praktis untuk Memorandum of Understanding Profesional