Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN

Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN
Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN. Dalam lanskap ekonomi Indonesia yang terus berkembang, upaya untuk memperkuat industri domestik menjadi salah satu pilar utama pembangunan berkelanjutan. Fenomena produk seperti mesin dan alat-alat yang digunakan di dalam negeri, namun masih bergantung pada bahan baku impor, menjadi perhatian serius pemerintah. Kondisi ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk mendorong Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) sebagai strategi vital. P3DN tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap barang impor, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri lokal, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik secara efisien. Inisiatif strategis ini menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa di tengah dinamika pasar global yang sangat kompetitif dan menuntut adaptasi berkelanjutan dari seluruh sektor industri.
Pemerintah Indonesia, dalam komitmennya yang kuat terhadap program P3DN, telah menunjuk dua entitas terkemuka, yaitu PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia, untuk mengemban misi penting dalam verifikasi dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Penunjukan ini bukan tanpa alasan, mengingat kedua BUMN tersebut memiliki rekam jejak dan kapabilitas yang teruji dalam bidang survei, inspeksi, dan sertifikasi. Peran mereka sangat krusial dalam memastikan bahwa setiap produk yang beredar di pasar domestik, terutama yang terkait dengan proyek-proyek pemerintah, telah memenuhi standar TKDN yang ditetapkan. Ini adalah langkah konkret untuk mendorong industri lokal agar semakin berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka sehingga mampu bersaing dengan produk impor.
Kehadiran regulasi yang kuat menjadi fondasi penting dalam implementasi kebijakan TKDN. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang menggantikan UU Nomor 18 Tahun 1999, adalah salah satu tonggak legislatif yang signifikan. UU Jasa Konstruksi yang baru tidak hanya mengatur usaha jasa konstruksi secara konvensional, tetapi juga memperluas cakupannya hingga ke manajemen rantai pasokan (Supply Chain Management) sebagai pendukung vital jasa konstruksi dan usaha penyediaan bangunan. Penekanan pada rantai pasokan dalam negeri, dengan memperhatikan aspek TKDN, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengintegrasikan kebijakan P3DN ke dalam seluruh siklus proyek konstruksi. Hal ini menuntut keselarasan antara perencanaan, pengadaan, dan pelaksanaan proyek dengan prinsip-prinsip TKDN yang berlaku.
Dukungan penuh dari dua kementerian strategis, yaitu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Perindustrian, semakin memperkuat implementasi kebijakan TKDN. Kedua kementerian ini secara aktif mengintegrasikan TKDN sebagai salah satu preferensi utama dalam menentukan pemenang proses pengadaan barang atau jasa di lingkungan mereka. Dalam konteks ini, Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN menjadi sangat relevan dan mendesak. Pelatihan ini dirancang untuk membekali pihak-pihak berkepentingan dengan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk memproses, menghitung, dan memverifikasi nilai TKDN secara akurat. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap tender atau lelang barang/jasa pemerintah benar-benar memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri, sehingga dapat melindungi dan mengembangkan industri domestik dari persaingan produk impor yang seringkali tidak seimbang.
Definisi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah sebuah nilai persentase yang merepresentasikan seberapa besar kontribusi komponen produksi dalam negeri dalam suatu barang atau jasa, termasuk biaya pengangkutannya, yang ditawarkan dalam item penawaran harga. Ini adalah indikator kuantitatif yang menggambarkan sejauh mana suatu produk atau jasa telah menggunakan bahan baku, tenaga kerja, serta proses produksi yang berasal dari dalam negeri. Definisi ini mencakup tidak hanya nilai bahan baku itu sendiri, tetapi juga seluruh biaya yang timbul dalam proses produksi di Indonesia, termasuk upah pekerja lokal, biaya overhead pabrik, dan lain-lain, yang secara kolektif membentuk nilai tambah domestik dari produk tersebut.
Dalam konteks pengadaan barang dan jasa pemerintah, TKDN menjadi salah satu preferensi utama yang dipertimbangkan dalam menentukan pemenang tender. Preferensi ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah instrumen kebijakan yang bertujuan strategis untuk menggerakkan roda ekonomi domestik. Dengan memberikan bobot lebih pada produk atau jasa yang memiliki TKDN tinggi, pemerintah secara tidak langsung mendorong para penyedia untuk lebih banyak menggunakan komponen lokal. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan industri-industri hulu dan hilir yang mendukung sektor manufaktur dan jasa di Indonesia, sehingga menciptakan efek multiplier yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Secara spesifik dalam bidang industri manufaktur, pemerintah secara konsisten mendorong setiap perusahaan untuk terus meningkatkan penggunaan Komponen Dalam Negeri. Contoh yang paling relevan dapat ditemukan dalam proyek-proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC), di mana banyak mesin dan alat-alat yang bahan bakunya berasal dari luar negeri, namun perakitannya dilakukan di dalam negeri. Dalam skenario seperti ini, perhitungan TKDN menjadi sangat kompleks namun krusial. Ini melibatkan identifikasi komponen yang diimpor versus komponen yang diproduksi secara lokal, serta penilaian nilai tambah dari proses perakitan di dalam negeri. Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN menjadi esensial untuk memastikan bahwa metodologi perhitungan ini dilakukan dengan akurat dan sesuai dengan peraturan yang berlaku, guna menghindari kesalahan yang dapat merugikan baik penyedia maupun pemerintah.
Pemerintah juga berencana memberikan insentif terhadap TKDN tertentu yang dimasukkan dalam proses produksi pada berbagai jenis industri. Insentif ini dapat berupa kemudahan akses pasar, fasilitas fiskal, atau preferensi dalam proyek-proyek pemerintah, yang semuanya bertujuan untuk memacu investasi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor. Pemberian insentif ini merupakan bukti komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan industri domestik, yang pada akhirnya akan memperkuat struktur ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang definisi dan mekanisme perhitungan TKDN menjadi sangat penting bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam rantai pasok industri di Indonesia.
Peran dan Pentingnya Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN
Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN memiliki peran yang sangat krusial dalam mendorong implementasi kebijakan P3DN dan memperkuat industri domestik. Berikut adalah poin-poin penting yang menjelaskan mengapa pelatihan ini begitu esensial:
- Meningkatkan Pemahaman dan Kepatuhan Terhadap Regulasi: Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN ini berfungsi sebagai platform utama untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai kerangka hukum dan peraturan terkait TKDN, termasuk Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Peserta akan dibekali dengan pengetahuan mengenai ketentuan umum TKDN, batasan singkat, masa berlaku, serta dasar hukum yang melandasi perhitungan TKDN untuk barang, jasa, maupun gabungan barang dan jasa. Dengan pemahaman yang kuat terhadap regulasi ini, para pihak berkepentingan, mulai dari penyedia barang/jasa, kontraktor, hingga instansi pemerintah, dapat memastikan bahwa setiap proses pengadaan dan pelaksanaan proyek telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga meminimalkan risiko sengketa hukum dan memastikan kepatuhan yang optimal.
- Meningkatkan Kapasitas dan Keterampilan Praktis dalam Perhitungan TKDN: Salah satu aspek terpenting dari Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN ini adalah pengembangan keterampilan praktis dalam melakukan verifikasi dan perhitungan TKDN secara akurat. Materi pelatihan mencakup simulasi dan studi kasus yang relevan, memungkinkan peserta untuk memahami secara mendalam metode penilaian TKDN baik untuk barang, jasa, maupun gabungan. Peserta akan belajar cara mengisi formulir TKDN dengan benar, mengidentifikasi dokumen pendukung yang diperlukan, serta memahami prosedur cetak sendiri TKDN. Kemampuan ini sangat vital untuk memastikan bahwa nilai TKDN yang dilaporkan adalah valid dan dapat dipertanggungjawabkan, menghindari kesalahan perhitungan yang dapat berdampak pada proses tender atau lelang.
- Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah: Dengan adanya Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN ini, diharapkan semua pihak yang terlibat dalam pengadaan barang/jasa pemerintah memiliki pemahaman yang seragam mengenai standar TKDN dan prosedur verifikasinya. Ini akan meningkatkan transparansi dalam proses penilaian, karena setiap pihak dapat memahami bagaimana nilai TKDN dihitung dan dievaluasi. Akuntabilitas juga akan meningkat, karena adanya prosedur verifikasi oleh surveyor independen atau kontraktor kontrak kerja sama, serta prosedur self-assessment oleh penyedia barang/jasa. Transparansi dan akuntabilitas ini sangat penting untuk mencegah praktik-praktik yang tidak sesuai dan memastikan bahwa pengadaan barang/jasa dilakukan secara adil dan kompetitif.
- Mendukung Pengembangan Industri Domestik dan Peningkatan Daya Saing Produk Lokal: Tujuan utama dari kebijakan TKDN adalah untuk melindungi dan mengembangkan industri domestik dari persaingan produk impor. Dengan adanya pelatihan ini, para penyedia barang/jasa akan lebih termotivasi untuk mencari dan menggunakan komponen lokal dalam produksi mereka. Mereka akan memahami bahwa investasi dalam peningkatan TKDN dapat memberikan keuntungan kompetitif dalam tender pemerintah. Hal ini secara langsung akan merangsang pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri, menciptakan permintaan untuk bahan baku lokal, serta mendorong inovasi produk dan peningkatan kualitas. Pada akhirnya, ini akan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global dan mengurangi ketergantungan ekonomi pada impor.
- Mengurangi Potensi Perselisihan dan Mencegah Kecurangan: Pemahaman yang mendalam tentang prosedur verifikasi dan perhitungan TKDN, termasuk diagram alir prosedur lengkap perselisihan dan uraian prosedur manual perselisihan, sangat penting untuk mengurangi potensi sengketa. Dengan adanya standar dan prosedur yang jelas, semua pihak dapat merujuk pada aturan yang sama jika terjadi ketidaksepahaman. Pelatihan ini juga membekali peserta dengan pengetahuan tentang penggunaan kode prosedur dan bagaimana mengidentifikasi indikasi kecurangan. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi proses, tetapi juga memperkuat integritas dan keadilan dalam seluruh ekosistem pengadaan barang/jasa yang berbasis pada Tingkat Komponen Dalam Negeri.
Materi Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN
Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN dirancang secara komprehensif untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang esensial. Berikut adalah rincian materi yang akan disampaikan selama dua hari pelatihan:
Hari Pertama Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN
- Pendahuluan
- Latar Belakang: Sesi Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN ini akan menguraikan secara mendalam mengapa kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi sangat vital bagi perekonomian Indonesia. Akan dibahas mengenai permasalahan ketergantungan pada bahan baku dan produk impor, serta bagaimana hal ini menghambat pertumbuhan industri domestik. Peserta akan memahami urgensi pemerintah dalam mendorong Program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) sebagai strategi untuk memperkuat kemandirian ekonomi bangsa dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Diskusi juga akan mencakup peran strategis PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia dalam mendukung inisiatif ini.
- Tujuan: Bagian ini akan menjelaskan secara rinci tujuan utama dari kebijakan TKDN dan mengapa pelatihan ini diselenggarakan. Peserta akan memahami bagaimana pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pihak yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa, khususnya dalam hal verifikasi dan perhitungan TKDN. Penekanan akan diberikan pada bagaimana pemahaman yang akurat mengenai TKDN dapat mendukung pengembangan dan perlindungan industri domestik dari persaingan produk impor, serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dalam proses tender/lelang pemerintah.
- Ruang Lingkup: Sesi ini akan membatasi dan menjelaskan secara jelas area fokus dari pelatihan. Ruang lingkup akan meliputi pembahasan tentang barang dan jasa yang relevan dengan kebijakan TKDN, sektor-sektor industri yang menjadi prioritas, serta jenis-jenis transaksi pemerintah yang wajib mempertimbangkan nilai TKDN. Penjelasan ini akan membantu peserta memahami batasan aplikasi kebijakan TKDN dalam konteks pekerjaan mereka.
- Definisi: Peserta Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN akan mendapatkan pemahaman mendalam tentang berbagai terminologi kunci yang digunakan dalam konteks TKDN. Ini mencakup definisi operasional dari Tingkat Komponen Dalam Negeri itu sendiri, komponen dalam negeri, komponen luar negeri, biaya pengangkutan, nilai isian, dan istilah-istilah terkait lainnya yang krusial untuk pemahaman yang akurat. Sesi ini memastikan bahwa semua peserta memiliki dasar pengertian yang sama.
- Ketentuan Umum TKDN: Materi Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN ini akan menguraikan prinsip-prinsip dan aturan main dasar yang mengatur implementasi kebijakan TKDN. Pembahasan akan mencakup dasar hukum, prinsip-prinsip perhitungan, serta implikasi dari nilai TKDN yang diperoleh. Peserta akan memahami kerangka umum yang menjadi acuan dalam setiap proses verifikasi dan perhitungan TKDN.
- Komponen Dalam Negeri dan Komponen Luar Negeri
- Sesi ini akan secara spesifik membahas kriteria dan definisi yang membedakan antara komponen yang dianggap sebagai “dalam negeri” dan “luar negeri.” Ini melibatkan pemahaman tentang asal usul bahan baku, proses manufaktur, tenaga kerja, dan biaya lain yang terkait dengan produksi. Pemahaman yang jelas tentang batasan ini sangat penting untuk memastikan akurasi dalam perhitungan TKDN, karena kesalahan dalam identifikasi komponen dapat berdampak signifikan pada nilai akhir TKDN.
- Batasan Singkat
- Bagian ini akan menjelaskan batasan-batasan tertentu dalam penerapan TKDN, termasuk ambang batas nilai proyek atau jenis barang/jasa tertentu yang mungkin memiliki perlakuan khusus. Hal ini penting untuk menghindari salah interpretasi dan memastikan penerapan kebijakan yang tepat sasaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Masa Berlaku
- Peserta akan mempelajari mengenai periode validitas atau masa berlaku sertifikasi TKDN. Pemahaman mengenai durasi berlakunya nilai TKDN sangat penting untuk perencanaan proyek jangka panjang dan untuk memastikan bahwa informasi TKDN yang digunakan dalam tender adalah yang terbaru dan valid.
- Penilaian TKDN Gabungan Barang
- Dasar: Materi ini akan menjelaskan dasar-dasar metodologi perhitungan TKDN untuk produk barang gabungan, yang seringkali melibatkan komponen dari berbagai sumber. Akan dibahas pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan nilai komponen dalam negeri dari berbagai bagian produk.
- Pajak Terbit: Sesi ini akan membahas implikasi pajak terkait dengan nilai TKDN, terutama dalam konteks insentif fiskal yang diberikan pemerintah untuk produk dengan TKDN tinggi. Pemahaman mengenai aspek perpajakan ini penting bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan insentif tersebut.
- Formulir TKDN Gabungan Barang: Peserta akan diberikan panduan praktis tentang cara mengisi formulir perhitungan TKDN untuk barang gabungan. Ini akan mencakup penjelasan detail setiap kolom, data yang diperlukan, dan bagaimana memastikan konsistensi dan akurasi informasi yang dimasukkan.
- Penilaian TKDN Jasa
- Dasar: Bagian ini akan fokus pada dasar-dasar metodologi perhitungan TKDN untuk layanan jasa. Berbeda dengan barang, perhitungan TKDN jasa melibatkan penilaian kontribusi tenaga kerja lokal, penggunaan alat berat dalam negeri, dan biaya-biaya terkait lainnya.
- Lingkup Tidak: Akan dijelaskan jenis-jenis layanan jasa atau komponen jasa yang mungkin tidak termasuk dalam perhitungan TKDN atau memiliki batasan tertentu.
- Kriteria Tidak: Sesi ini akan membahas kriteria-kriteria spesifik yang membuat suatu komponen jasa tidak memenuhi syarat sebagai TKDN.
- Formulir TKDN Jasa: Peserta akan dipandu melalui proses pengisian formulir perhitungan TKDN khusus untuk jasa, dengan penekanan pada data-data spesifik yang relevan dengan penyediaan layanan.
- Dokumen Pendukung Verifikasi TKDN Jasa: Pentingnya dokumentasi pendukung akan dibahas secara detail. Peserta akan belajar jenis-jenis dokumen yang diperlukan (misalnya, kontrak kerja, daftar gaji karyawan lokal, bukti penggunaan peralatan lokal) untuk memverifikasi nilai TKDN jasa.
- Prosedur Cetak Sendiri TKDN Jasa: Peserta akan diperkenalkan dengan prosedur yang memungkinkan penyedia jasa untuk melakukan pencetakan sendiri sertifikat TKDN setelah proses verifikasi, jika memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Hari Kedua Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN
- Evaluasi TKDN Gabungan Barang dan Jasa
- Dasar Penilaian: Sesi Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN ini akan menjelaskan metodologi terintegrasi untuk mengevaluasi TKDN untuk proyek-proyek yang melibatkan gabungan barang dan jasa, seperti proyek EPC. Akan dibahas bagaimana bobot dan kontribusi masing-masing komponen (barang dan jasa) dihitung untuk mendapatkan nilai TKDN keseluruhan.
- Lingkup Tidak: Pembahasan akan mencakup komponen-komponen atau aspek-aspek tertentu dalam gabungan barang dan jasa yang mungkin tidak termasuk dalam perhitungan TKDN atau memiliki batasan khusus.
- Kriteria Tidak: Akan dijelaskan kriteria spesifik yang membuat suatu komponen dalam proyek gabungan barang dan jasa tidak memenuhi syarat sebagai TKDN.
- Formulir TKDN Gabungan Barang dan Jasa: Peserta akan diberikan panduan detail tentang pengisian formulir yang kompleks ini, yang membutuhkan integrasi data dari komponen barang dan jasa.
- Dokumen Pendukung: Materi Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN ini akan menekankan pentingnya kelengkapan dokumen pendukung untuk verifikasi TKDN gabungan barang dan jasa. Peserta akan belajar mengidentifikasi dan menyiapkan semua dokumen yang relevan, mulai dari bill of material hingga kontrak layanan.
- Prosedur Peringkat Sendiri: Peserta Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN akan diperkenalkan dengan prosedur self-ranking atau self-assessment awal yang dapat dilakukan oleh penyedia sebelum verifikasi resmi.
- Prosedur Verifikasi TKDN
- Prosedur Verifikasi oleh Surveyor Independen: Sesi Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN ini akan menjelaskan peran dan metodologi yang digunakan oleh lembaga surveyor independen (seperti PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia) dalam melakukan verifikasi TKDN. Ini mencakup proses audit, inspeksi, dan penilaian dokumen.
- Prosedur Verifikasi oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS): Khusus untuk sektor energi dan sumber daya mineral, akan dibahas prosedur verifikasi TKDN yang dilakukan oleh KKKS dalam lingkup proyek-proyek mereka.
- Prosedur Self Assessment oleh Penyedia Barang/Jasa: Materi Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN ini akan membekali penyedia barang/jasa dengan pengetahuan tentang bagaimana melakukan self-assessment TKDN secara mandiri sebelum mengajukan permohonan verifikasi resmi. Ini penting untuk memastikan kesiapan dan akurasi data awal.
- Penggunaan Kode Prosedur
- Peserta akan diperkenalkan dengan berbagai kode prosedur yang relevan dalam sistem TKDN, yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis-jenis perhitungan, verifikasi, atau proses terkait lainnya. Pemahaman kode ini penting untuk navigasi dalam sistem administrasi TKDN.
- Diagram Alir Prosedur Lengkap Perselisihan
- Sesi ini akan menyajikan visualisasi (diagram alir) dari seluruh prosedur yang harus dilalui jika terjadi perselisihan terkait nilai TKDN. Ini mencakup tahapan pengajuan keberatan, mediasi, hingga arbitrase.
- Uraian Prosedur Manual Perselisihan: Selain diagram alir, akan diberikan penjelasan detail dan langkah-langkah manual mengenai prosedur penyelesaian perselisihan, termasuk dokumen yang diperlukan dan pihak-pihak yang terlibat.
- Studi Kasus
- Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN akan ditutup dengan sesi studi kasus yang interaktif. Peserta akan diajak untuk menganalisis skenario nyata dari proyek-proyek yang melibatkan perhitungan dan verifikasi TKDN. Ini akan memberikan kesempatan untuk menerapkan semua teori dan prosedur yang telah dipelajari, serta memecahkan masalah yang mungkin timbul di lapangan. Studi kasus ini sangat penting untuk menguji pemahaman dan meningkatkan keterampilan praktis peserta.
Tujuan dan Manfaat Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN
Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN yang diselenggarakan oleh Pusdiklat LSMAP ini memiliki serangkaian tujuan strategis dan manfaat nyata bagi para pesertanya serta bagi kemajuan industri domestik secara keseluruhan. Berikut adalah poin-poin yang menguraikan secara mendalam tujuan dan manfaat dari pelatihan ini:
- Meningkatkan Kompetensi Profesional dalam Bidang Verifikasi dan Perhitungan TKDN: Tujuan utama dari Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN ini adalah untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknis yang mendalam mengenai metodologi verifikasi dan perhitungan TKDN. Peserta akan memahami secara komprehensif bagaimana mengidentifikasi komponen dalam negeri dan luar negeri, melakukan penilaian TKDN untuk barang, jasa, dan gabungan, serta menyiapkan dokumen pendukung yang diperlukan. Dengan demikian, peserta akan menjadi profesional yang kompeten dan siap mengaplikasikan pengetahuan ini dalam tugas-tugas mereka sehari-hari, meningkatkan kualitas dan akurasi dalam setiap proses verifikasi TKDN. Ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap perhitungan TKDN dilakukan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku, mengurangi potensi kesalahan dan sengketa.
- Memahami Peran Strategis TKDN dalam Kebijakan P3DN dan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah: Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang bagaimana TKDN berperan sebagai instrumen kunci dalam Program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN). Peserta akan memahami bahwa TKDN bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan dari komitmen negara untuk memperkuat industri domestik. Mereka akan mengerti bagaimana nilai TKDN menjadi salah satu preferensi utama dalam menentukan pemenang tender pengadaan barang dan jasa pemerintah, sehingga mendorong perusahaan untuk lebih banyak menggunakan komponen lokal. Pemahaman ini akan memotivasi para peserta untuk secara aktif mendukung kebijakan P3DN dan berkontribusi pada pengembangan ekonomi nasional melalui penggunaan produk dalam negeri.
- Mencegah Pelanggaran dan Memastikan Kepatuhan Terhadap Regulasi yang Berlaku: Salah satu manfaat krusial dari pelatihan ini adalah kemampuannya untuk mengurangi risiko pelanggaran hukum dan ketidakpatuhan terhadap regulasi terkait TKDN, termasuk Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Dengan pemahaman yang mendalam mengenai ketentuan umum TKDN, prosedur verifikasi oleh surveyor independen, dan self-assessment, peserta dapat memastikan bahwa setiap aktivitas mereka telah sesuai dengan kerangka hukum yang ditetapkan. Ini akan meminimalkan potensi sanksi hukum, denda, atau pembatalan proyek akibat ketidakpatuhan, sehingga menciptakan iklim bisnis yang lebih stabil dan terpercaya bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem pengadaan.
- Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas dalam Proses Pengadaan Barang/Jasa: Dengan pemahaman yang sistematis mengenai prosedur verifikasi dan perhitungan TKDN, peserta akan mampu melaksanakan tugas mereka dengan lebih efisien dan efektif. Mereka akan lebih cepat dalam mengidentifikasi persyaratan dokumen, menganalisis data, dan melaporkan hasil perhitungan. Ini akan mempercepat proses tender, mengurangi birokrasi, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Efisiensi ini tidak hanya menguntungkan instansi pemerintah dan penyedia, tetapi juga berkontribusi pada percepatan proyek-proyek pembangunan nasional yang berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat.
- Mendorong Inovasi dan Peningkatan Kualitas Produk Industri Domestik: Dengan adanya preferensi TKDN dalam pengadaan pemerintah, industri domestik akan termotivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka agar dapat bersaing dan memenuhi standar TKDN yang tinggi. Peserta Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN, baik dari sisi penyedia maupun pengawas, akan memahami pentingnya mendorong investasi dalam penelitian dan pengembangan (R&D) untuk menciptakan bahan baku dan komponen lokal yang berkualitas. Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global, membuka peluang ekspor, dan menciptakan ekosistem industri yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.
- Membangun Jaringan Profesional dan Berbagi Pengalaman Terbaik: Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN ini juga menyediakan platform yang sangat baik bagi peserta untuk berinteraksi, berdiskusi, dan membangun jaringan dengan sesama profesional dari berbagai instansi pemerintah, BUMN, dan sektor swasta yang memiliki minat yang sama terhadap TKDN. Pertukaran pengalaman, studi kasus, dan praktik terbaik akan memperkaya pemahaman peserta dan membantu mereka menghadapi tantangan di lapangan. Jaringan ini dapat menjadi sumber daya berharga untuk konsultasi dan kolaborasi di masa depan, memperkuat komunitas profesional yang berdedikasi untuk memajukan industri domestik Indonesia.
Kesimpulan
Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN yang diselenggarakan oleh Pusdiklat LSMAP ini merupakan sebuah inisiatif krusial yang tidak hanya relevan, tetapi juga sangat penting dalam mendukung visi pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi melalui penguatan industri domestik. Dalam era globalisasi di mana persaingan semakin ketat, keberpihakan terhadap produk dalam negeri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah langkah strategis yang tidak bisa ditawar lagi. Pelatihan ini menjadi jembatan vital yang menghubungkan regulasi dan implementasi, memastikan bahwa setiap pihak yang terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah memiliki pemahaman yang komprehensif serta keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk menghitung dan memverifikasi nilai TKDN secara akurat.
Pentingnya pelatihan ini tidak hanya terletak pada aspek teknis perhitungan, melainkan juga pada dampaknya yang luas terhadap ekosistem industri nasional. Dengan meningkatkan kompetensi para profesional di bidang ini, kita secara langsung berkontribusi pada peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam setiap proses tender dan lelang pemerintah. Ini akan mendorong terciptanya iklim bisnis yang lebih sehat dan kompetitif, di mana kualitas dan Tingkat Komponen Dalam Negeri menjadi pertimbangan utama. Lebih jauh lagi, pemahaman yang mendalam mengenai TKDN akan memacu industri lokal untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan berinvestasi dalam pengembangan kapasitas produksi, sehingga mampu bersaing dengan produk impor bahkan melampauinya.
Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pihak yang berkepentingan, baik dari instansi pemerintah, BUMN, penyedia barang/jasa, maupun praktisi industri, untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini. Bergabunglah dalam Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN yang diselenggarakan oleh Pusdiklat LSMAP. Ini bukan hanya tentang memenuhi persyaratan regulasi, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam pengembangan diri dan kontribusi nyata terhadap penguatan industri nasional. Bersama-sama, mari kita wujudkan Indonesia yang mandiri secara ekonomi, dengan produk-produk dalam negeri yang unggul dan berdaya saing global! Ambil bagian Anda dalam mendorong Program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri demi masa depan ekonomi Indonesia yang lebih cerah.

Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusdiklat LSMAP Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN
Metode Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Narasumber dan Instruktur Berpengalaman
Tim pengajar kami terdiri dari akademisi, praktisi, dan konsultan profesional yang memiliki pengalaman selama 35+ tahun tersertifikasi Nasional dan Internasional yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pilihan Kelas Pelaksanaan Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN:
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasiitas Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN
- Bahan Ajar Modul (Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Lokasi Pelaksanaan Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN
- Yogyakarta (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Jakarta (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Bandung (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Bali (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Surabaya (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Malang (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Samarinda (Setiap Minggu Pelaksanaan)
- Balikpapan
- Makassar
- Batam
- Semarang
- Manado
- Jayapura
- Sorong
- Medan
- Dst
Catatan: Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan Dan Kota Pelaksanaan
Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN:
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Erik Hp/Wa: 087820921902
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person Bimtek Verifikasi dan Perhitungan TKDN
- Erik – Hp/Wa: 087820921902
- website : bimtektraining.com

Pelatihan Verifikasi dan Perhitungan TKDN